Media Inggris Sorot Sanksi Seumur Hidup PSSI ke 2 Pemain Liga 4

4 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Media Inggris menyoroti hukuman larangan bermain seumur hidup yang dijatuhkan Panitia Disiplin (Pandis) Asprov PSSI untuk dua pemain yang tampil di Liga 4.

Sorotan itu diarahkan oleh media Inggris, Sport Bible. Ini setelah aksi berbahaya yang dilakukan oleh pemain Putra Jaya Pasuruan, Muhammad Hilmi Gimnastiar dan pemain KAFI FC, Dwi Pilihanto dalam sebuah pertandingan.

"Dua pemain sepak bola dilarang bermain seumur hidup setelah melakukan tekel brutal terhadap lawan dalam sebuah pertandingan," tulis Sport Bible.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya tekel yang layak dapat kartu merah dan dianggap sebagai tindakan kekerasan hanya dikenakan larangan bermain tiga pertandingan tetapi di Indonesia, keputusan dibuat untuk menghukum dua pemain dari semua aktivitas di lingkup sepak bola."

Hilmi adalah pemain Putra Jaya Pasuruan yang menendang dada pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, pada laga babak 32 besar Grup CC Liga 4 Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 pada Senin (5/1).

Aksi Hilmi itu viral di media sosial. Ini karena tindakannya membuat Firman Nugraha harus ditandu keluar lapangan dan dibawa menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis di rumah sakit.

Komdis PSSI Asprov Jawa Timur langsung mengambil tindakan. Pada 6 Januari 2026, Komdis PSSI Asprov Jatim menjatuhkan sanksi larangan beraktivitas di dalam lingkungan sepak bola kepada Hilmi.

Sehari berselang giliran Panitia Disiplin PSSI Asosiasi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang merilis keputusan serupa.

Pandis PSSI Asprov DIY menghukum Dwi Pilihanto dengan larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup. Dwi adalah pemain KAFI FC yang menendang muka pemain UAD FC pada laga Liga 4 DIY pada Selasa (6/1).

[Gambas:Video CNN]

(jal/sry)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi