CNN Indonesia
Rabu, 11 Mar 2026 13:30 WIB
Ilustrasi. Kini, semakin banyak gen Z yang memilih menunda menikah, bahkan tidak menjadikan pernikahan sebagai tujuan hidup. (iStock/Boogich)
Jakarta, CNN Indonesia --
Keputusan untuk menikah pada usia muda kini tidak lagi menjadi prioritas bagi banyak generasi muda. Fenomena ini terlihat semakin banyaknya generasi Z atau gen Z yang memilih menunda, bahkan tidak menjadikan pernikahan sebagai tujuan utama dalam hidup mereka.
Berbeda dengan generasi sebelumnya, yang umumnya memandang pernikahan sebagai tahap penting dalam kehidupan dewasa, sebagian gen Z justru mulai mempertanyakan relevansi institusi pernikahan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan pandangan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial, ekonomi, hingga pengalaman keluarga yang mereka saksikan sejak kecil.
Sejumlah survei menunjukkan bahwa sebagian generasi muda memandang hubungan yang sehat dan komitmen tidak selalu harus diwujudkan melalui pernikahan.
Bagi mereka, hubungan yang saling menghargai dan mendukung dianggap lebih penting daripada status hukum dalam sebuah hubungan.
Melansir dari Your Tango, berikut beberapa alasan yang sering dikemukakan mengapa Gen Z cenderung tidak terburu-buru menikah.
1. Menikmati kehidupan lanjang
Bagi sebagian gen Z, hidup melajang tidak lagi dipandang sebagai kondisi yang harus dihindari. Banyak dari mereka justru melihat masa lajang sebagai kesempatan untuk mengenal diri sendiri dan menentukan arah hidup.
Tanpa tanggung jawab rumah tangga, seseorang memiliki kebebasan lebih besar dalam mengejar pendidikan, karier, atau pengalaman hidup lainnya.
2. Cinta tak selalu harus menikah
Sebagian gen Z percaya bahwa cinta dan komitmen tidak selalu harus dibuktikan melalui pernikahan. Mereka menilai hubungan yang sehat dapat terjalin tanpa harus terikat secara hukum.
3. Pertimbangan kondisi finansial
Ilustrasi. Gen Z mempertimbangkan faktor ekonomi sebelum menikah. (iStockphoto/Makidotvn)
Faktor ekonomi menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak generasi muda menunda pernikahan. Biaya hidup yang meningkat, harga rumah yang tinggi, serta kebutuhan finansial lain membuat sebagian gen Z merasa perlu mencapai stabilitas ekonomi terlebih dahulu.
Bagi mereka, menikah bukan hanya soal hubungan emosional, tetapi juga tanggung jawab finansial yang besar.
4. Pengalaman keluarga dalam pernikahan
Beberapa gen Z tumbuh dengan keluarga yang mengalami perceraian atau konflik rumah tangga. Pengalaman tersebut dapat memengaruhi cara mereka memandang pernikahan.
Bagi sebagian orang, pengalaman masa kecil tersebut membuat mereka lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan besar seperti menikah.
5. Mengutamakan kemandirian
Kemandirian juga menjadi nilai penting bagi generasi ini. Banyak Gen Z merasa mampu menjalani hidup secara mandiri tanpa harus bergantung pada pasangan.
Kebebasan dalam mengambil keputusan, mengatur karier, hingga menentukan gaya hidup menjadi hal yang mereka hargai.
6. Fokus membangun karier
Gen Z masih berada pada tahap awal membangun karir. Mereka ingin memanfaatkan masa muda untuk mengembangkan diri secara profesional sebelum memikirkan komitmen jangka panjang seperti pernikahan.
Tanggung jawab keluarga dianggap dapat memengaruhi fleksibilitas seseorang dalam mengejar peluang karier.
7. Ingin memastikan hubungan benar-benar matang
Alih-alih terburu-buru menikah, sebagian pasangan muda memilih menjalani hubungan lebih lama untuk memastikan kecocokan.
Mereka menilai bahwa mengenal pasangan secara mendalam sebelum menikah dapat membantu mengurangi risiko konflik di masa depan.
8. Pandangan yang lebih fleksibel tentang hubungan
Gen Z juga dikenal memiliki pandangan yang lebih terbuka terhadap berbagai bentuk hubungan. Mereka cenderung tidak selalu mengikuti norma sosial yang dianggap tradisional. Bagi generasi ini, yang terpenting bukanlah status hubungan, melainkan kualitas relasi yang dijalani.
Meski demikian, perubahan pandangan ini bukan berarti generasi muda sepenuhnya menolak pernikahan. Banyak di antara mereka yang tetap ingin menikah, tetapi memilih melakukannya pada waktu yang dianggap tepat.
(nga/asr)

3 hours ago
1

















































