Jakarta, CNN Indonesia --
Dalam tiap kegagalan, salah satu hal yang sering diapungkan adalah pembelajaran dari kesalahan. Hal itu yang diharapkan bisa diambil oleh Indonesia dari Badminton Asia Team Championship (BATC) 2026 guna persiapan menuju Thomas-Uber Cup pada April mendatang.
Walau BATC adalah kejuaraan Asia, tujuan banyak negara di turnamen ini terbilang jelas. Memberikan kesempatan untuk para pemain muda. Memang tidak 100 persen pemain muda namun banyak yang tidak mengirimkan pemain utama mereka.
Dalam keikutsertaan kali ini, Indonesia juga tidak menurunkan seluruh kekuatan terbaiknya. Indonesia tidak diperkuat oleh dua pemain terbaik di nomor tunggal dan ganda yaitu Jonatan Christie, Alwi Farhan, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dan Sabar Karyaman/M. Reza Pahlevi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil BATC 2026, seperti tahun-tahun sebelumnya, jadi panggung pemain muda dan pemain yang selama ini bisa dibilang ada di layer kedua bila menimbang ranking dan performa terkini.
BATC 2026 jelas juga jadi arena 'seleksi' untuk melihat nama-nama pemain yang layak masuk skuad mendampingi para pemain yang diyakini sudah mendapat garansi masuk ke dalam tim inti.
Bak sebuah panggung pertunjukan, ada yang menampilkan seluruh kemampuan yang ia miliki seperti yang ia tunjukkan saat latihan. Ada pula yang demam panggung dan tidak berdaya di lapangan.
Untuk kelompok pertama, Moh Zaki Ubaidillah jelas jadi yang terdepan. Ubed yang baru mentas ke level senior secara reguler langsung diplot jadi tunggal pertama karena ia memiliki peringkat yang lebih baik dibanding lainnya.
Ubed menunjukkan performa impresif di BATC. Ubed memang sempat menelan kekalahan ketika Indonesia jumpa Malaysia. Namun Ubed bisa meraih kemenangan dalam laga krusial lawan Thailand dan Jepang.
Ubed bisa menunjukkan kematangan jauh melebihi usianya yang baru 18 tahun. Ia bahkan bisa menanggung beban sebagai unggulan pertama yang bertindak jadi pembuka jalan Indonesia.
Sedangkan di kelompok demam panggung, nama Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana jelas jadi sorotan utama. Harapan Leo/Bagas bisa mendapat titik tolak untuk bangkit usai juara di Thailand Masters ternyata menguap begitu saja.
Leo/Bagas tampil mengecewakan di BATC 2026. (Arsip PBSI)
Leo/Bagas tidak bisa menjawab harapan yang ada di tangan mereka. Alih-alih jadi ajang pembuktian diri, BATC 2026 justru makin menjauhkan Leo/Bagas dari peluang keikutsertaan mereka di Piala Thomas bulan April nanti.
Prahdiska Bagas Shujiwo menunjukkan semangat juang yang tinggi tetapi permainannya jelas terlihat menurun saat melawan Yushi Tanaka ketika Indonesia menghadapi Jepang.
Raymond Indra/Nikolaus Joaquin juga tidak bisa menguji diri dalam level terbaik di BATC 2026. Kelelahan main dalam tiga pekan beruntun, dua turnamen sebelumnya selalu mencapai babak final, membuat Raymond/Joaquin seolah hanya tinggal mengandalkan sisa-sisa tenaga saat bermain di China.
Richie Duta Richardo menghadirkan penampilan bagus saat jadi penentu kemenangan lawan Thailand. Sedangkan Anthony Ginting hanya satu kali unjuk gigi dan mengakhirinya dengan kemenangan.
Saat kalah dari Jepang, satu hal yang jadi sorotan adalah pemilihan pemain oleh pelatih. Pelatih tidak mempertimbangkan turunnya duet Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat di saat Leo/Bagas dan Raymond/Joaquin baru saja kalah di babak sebelumnya.
Rian/Rahmat tidak menjamin hadirnya kemenangan. Namun, mereka adalah jaminan tenaga yang lebih bugar karena sudah sempat mendapat jeda istirahat di dua pertandingan sebelumnya.
Pertaruhan memasang Leo dengan Rian kemudian tidak berbuah manis. Leo yang masih terpukul dengan dua kekalahan sebelumnya tidak bisa berbuat banyak meski dipasangkan dengan Rian.
Moh Zaki Ubaidillah tampil apik di BATC 2026. (Arsip PBSI)
Hal tersebut jelas harus jadi catatan penting untuk Thomas Cup 2026 bila Indonesia masih ingin membidik gelar juara.
Dari gambaran yang ada saat ini, Raymond/Joaquin juga masih terkendala untuk mengatasi beban saat tampil di partai penting. Dengan kehadiran Fajar/Fikri, Raymond/Joaquin nantinya akan selalu diberi beban yang sama saat turun bermain di partai keempat. Entah itu sebagai penentu kemenangan atau malah jadi penentu kekalahan.
Kondisi itu juga membuat Sabar Karyaman/Moh. Reza Pahlevi layak untuk dipilih masuk dalam skuad. Sabar/Reza juga sudah membuktikan kemampuan mereka dengan berperan penting dalam keberhasilan Indonesia merebut emas SEA Games 2025.
Sedangkan di nomor tunggal, trio Jonatan Christie-Alwi Farhan-Moh Zaki Ubaidillah akan sangat kokoh untuk jadi andalan. Tunggal keempat masih dalam pertimbangan.
Anthony Ginting layak dipilih berdasarkan pertimbangan pengalaman sekaligus menyeimbangkan komposisi tim agar pemain berpengalaman mengimbangi pemain muda yang ada. Namun Prahdiska Bagas Shujiwo dan Richie Duta Ricardo juga cukup menggoda untuk diajak berjuang merebut Thomas Cup.
Dengan materi yang dimiliki oleh Indonesia, juga merujuk materi tim negara lainnya, Indonesia masih punya peluang bagus untuk jadi juara.
Baca lanjutan berita ini di halaman berikut >>>

12 hours ago
1













































