Muhammadiyah Desak PBB Beri Sanksi Tegas ke AS dan Israel, Serukan Perdamaian Timur Tengah

4 hours ago 1
Seorang kader Muhammadiyah pegang bendera organisasi. (INT)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Pimpinan Pusat Muhammadiyah dengan tegas mengecam serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Republik Islam Iran yang mengakibatkan meninggalnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, beserta korban lainnya.

Mereka menilai serangan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap Hak-Hak Asasi Manusia, hukum internasional, serta pengabaian keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Dalam pernyataannya yang dirilis pada 2 Maret 2026, Muhammadiyah menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban serangan tersebut dan korban serangan balasan Iran di beberapa negara Arab. Mereka juga menyerukan agar PBB memberikan sanksi tegas dan nyata kepada Amerika Serikat dan Israel atas pelanggaran ini.

Sikap Muhammadiyah dan Seruan Perdamaian

Lebih lanjut, Muhammadiyah mendorong agar PBB bersama Organisasi Kerja Sama Islam segera mengambil langkah-langkah konkret untuk mengakhiri genosida terhadap bangsa Palestina serta segala bentuk kekerasan di kawasan Timur Tengah.

Mereka mengajak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog guna menghindari konflik lebih jauh antar sesama anggota OKI.

"Kami mendorong dilakukannya dialog dan langkah-langkah diplomasi untuk menyelesaikan konflik di kawasan Timur Tengah tersebut," jelas Prof. Dr. H. Syafiq A. Mughni, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan sikap resmi organisasi tersebut, dikutip Selasa (3/3/2026).

Ajakan untuk Keterlibatan Global

Selain itu, Muhammadiyah mengajak seluruh negara, lembaga multilateral dan bilateral, tokoh agama, serta kekuatan masyarakat secara umum untuk bersama-sama menciptakan kedamaian dan keadilan global. Mereka menegaskan pentingnya mencegah segala bentuk tindakan semena-mena yang dapat merusak dan menghancurkan peradaban dunia.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi