Nasib Penyumbang 28 Kg Emas Monas yang Bangkrut dan Dipenjara 9 Tahun/Foto: Insertlive
Jakarta, Insertlive -
Monumen Nasional (Monas) menjadi salah satu ikonik kota Jakarta. Namun, siapa sangka ada beberapa cerita tragis di balik keindahan Monas.
Salah satu cerita bermula dari Teuku Markam yang jarang diceritakan. Teuku Markam rupanya menjadi sosok di balik penyumbang 28 kilogram emas untuk pembangunan tugu api Monas.
Meski klaim ini masih simpang siur, ada fakta menyebutkan bahwa Teuku Markam dikenal sebagai pengusaha kaya raya di era Soekarno.
Dalam laporan CNBCIndonesia melalui buku Apa dan Siapa Sejumlah Orang Indonesia (1984), Teuku Markam dikenal keturunan bangsawan yang memilih untuk tidak sekolah.
Pada usia 20 tahun, Markam angkat senjata melawan Belanda dan menjadi penyelundup senjara dari Singapura ke Pekanbaru selama 10 tahun.
Bisnis tersebut membuat Teuku Markam kaya raya dan dikenal sebagai pengusaha sukses yang sering diundang di Istana Negara untuk berpesta dan kegiatan filantropi.
Ia mendirikan perusahaan PT Karkam yang merupakan singkatan Kulit Aceh Raya Kapten Markam.
Karkam menjadi perusahaan satu-satunya yang memiliki hak eksklusif ekspor karet dari Sumatera Selatan ke Singapura dan Malaysia. Perusahaan tersebut juga memegang lisensi proyek besar dari negara lain seperti impor Nissan Jeep dan Semen Asano dari Jepang.
Sayangnya, setelah pergantian kekuasaan pada era Presiden Soeharto, Teuku Markam justru bangkrut dan dipenjara selama 9 tahun dari 1966 hingga 1975.
Seluruh harta Teuku Markam dari mobil, rumah serta uang tunai Rp20 miliar dan US$ 30 juta diambil negara.
Setelah bebas, Teuku Markam masih menjalani bisnis lamanya tetapi tak sekaya saat era Presiden Soekarno.
(dis/dis)

4 hours ago
2
















































