Jakarta, CNN Indonesia --
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan kabinetnya untuk memulai pembicaraan gencatan senjata dengan milisi Hizbullah di Lebanon "sesegera mungkin".
Keputusan Netanyahu ini disebut didorong oleh "permintaan berulang dari Lebanon" untuk membuka negosiasi langsung dengan Israel.
Namun syarat yang diajukan Netanyahu untuk gencatan senjata ini cukup "berat", yakni perlucutan senjata milisi Hizbullah secara total.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Negosiasi akan fokus pada perlucutan senjata Hizbullah dan membangun hubungan damai antara Israel dan Lebanon," kata Netanyahu.
Menanggapi syarat itu, anggota parlemen Hizbullah Ali Fayyad mengatakan kelompok itu menolak negosiasi langsung dengan Israel. Hizbullah juga menegaskan pemerintah Lebanon harus menuntut gencatan senjata sebagai prasyarat sebelum langkah lebih lanjut diambil.
Dilansir Jerusalem Post, negosiasi yang diperkirakan akan dimulai pada Selasa (14/4), akan dilakukan antara Duta Besar Israel untuk Amerika Serikat Yechiel Leiter, dan Duta Besar Lebanon untuk Amerika Serikat Nada Hamadeh Moawad.
Sementara itu Duta Besar AS untuk Lebanon Michael Issa diperkirakan akan menjadi mediator dalam pembicaraan tersebut.
Satu jam sebelum pernyataan Netanyahu, Presiden Lebanon Joseph Aoun mengaku sedang menempuh jalur diplomatik dalam masalah ini.
Seorang pejabat senior Lebanon juga mengatakan Lebanon telah menghabiskan beberapa hari terakhir untuk mendorong gencatan senjata sementara, demi memungkinkan pembicaraan yang lebih luas dengan Israel.
Pejabat itu mengatakan belum ada tanggal atau lokasi yang ditetapkan, namun Lebanon disebut membutuhkan AS sebagai mediator dan penjamin kesepakatan apa pun.
Hingga Jumat (10/4) pagi, baik pemerintah Israel maupun Lebanon telah mengisyaratkan kesediaan untuk mengadakan pembicaraan perdamaian. Namun pengeboman berlanjut dari Israel terus menimbulkan skeptimisme.
Para pengamat mengatakan serangan yang terus dilancarkan Israel sengaja dirancang untuk menggagalkan negosiasi damai Iran dan Amerika Serikat yang akan digelar di Islamabad, Pakistan, akhir pekan ini.
Israel disebut berupaya "mengacaukan" negosiasi, karena Iran bersikeras bahwa penghentian serangan ke Iran dan Lebanon akan menjadi dasar untuk setiap negosiasi.
Pekan ini, Presiden AS Donald Trump disebut menekan PM Israel Benjamin Netanyahu untuk menghentikan pengeboman di Lebanon. Trump dikatakan menyampaikan peringatan keras ke Netanyahu terkait tindakan Israel di Lebanon.
Wakil Presiden AS JD Vance juga mengatakan Israel setuju untuk "mengendalikan diri" di Lebanon.
Israel juga berada di bawah tekanan dari sekutu-sekutu Eropa, khususnya Jerman dan Prancis, untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon.
Israel menduduki Lebanon selatan selama 18 tahun sejak 1982 sebagai tanggapan terhadap bersenjata dari pejuang Palestina. Sementara Hizbullah dibentuk sebagai bentuk perlawanan terhadap invasi tersebut.
Kelompok tersebut kemudian berubah menjadi partai politik yang terwakili di parlemen. Namun sayap bersenjatanya, yang digambarkan setara dengan tentara yang lebih kuat daripada militer Lebanon, tetap aktif hingga kini.
(dna)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
2














































