Jakarta -
Netflix akhirnya memutuskan mundur dari rencana akuisisi aset studio dan layanan streaming milik Warner Bros. Discovery (WBD). Keputusan ini diambil setelah dewan direksi WBD menilai tawaran terbaru dari Paramount Skydance lebih menguntungkan.
Paramount sebelumnya meningkatkan nilai penawarannya menjadi USD 31 per saham secara tunai, naik dari tawaran awal USD 30 per saham. Nilai tersebut lebih tinggi dibanding proposal Netflix yang berada di angka USD 27,75 per saham.
Kenaikan tawaran itu membuat Paramount berhasil membatalkan kesepakatan awal antara WBD dan Netflix yang sempat direncanakan.
Pekan sebelumnya, Netflix sebenarnya memberi waktu tujuh hari kepada WBD untuk kembali membuka negosiasi dengan Paramount. Hasilnya, Paramount mengajukan tawaran yang lebih besar, termasuk pembelian seluruh aset WBD seperti jaringan televisi berbayar CNN, TBS, dan TNT.
Dewan WBD menyatakan Netflix masih memiliki empat hari kerja untuk memperbarui proposal dan menyaingi tawaran tersebut. Namun, perusahaan streaming itu memilih tidak melanjutkan persaingan dan resmi mundur dari proses akuisisi.
CEO Warner Bros. Discovery, David Zaslav, tetap memberikan apresiasi kepada Netflix atas kerja sama selama proses negosiasi.
"Netflix adalah perusahaan luar biasa, dan sepanjang proses ini, Ted, Greg, Spence, dan semua orang di sana telah menjadi mitra yang luar biasa bagi kami. Kami mendoakan yang terbaik untuk mereka," ujar Zaslav, merujuk pada co-CEO Netflix Ted Sarandos dan Greg Peters serta CFO Spencer Neumann.
Ia juga optimistis terhadap kerja sama baru dengan Paramount.
"Begitu Dewan kami memberikan suara mengadopsi perjanjian merger Paramount, itu akan menciptakan nilai luar biasa bagi pemegang saham kami. Kami sangat antusias dengan potensi gabungan Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery, serta tidak sabar mulai bekerja sama menceritakan kisah-kisah yang menggerakkan dunia," tambahnya.
Setelah kabar ini muncul, saham Netflix dilaporkan naik sekitar 10 persen, sementara saham Paramount meningkat 5 persen. Sebaliknya, saham Warner Bros. Discovery justru turun sekitar 2 persen.
Pihak Netflix menjelaskan alasan mereka tidak menyamai tawaran Paramount. Menurut Ted Sarandos dan Greg Peters, keputusan tersebut diambil berdasarkan pertimbangan finansial.
"Transaksi yang kami negosiasikan seharusnya dapat menciptakan nilai bagi pemegang saham dengan jalur persetujuan regulasi yang jelas. Namun, kami selalu disiplin bertindak, dan pada tingkat harga yang diperlukan untuk menandingi tawaran terbaru Paramount Skydance, kesepakatan ini tak lagi menarik secara finansial. Karena itu, kami menolak menyamai tawaran mereka," ungkap keduanya.
Tawaran terbaru Paramount juga mencakup biaya pembatalan sebesar USD 7 miliar jika merger gagal disetujui regulator. Selain itu, Paramount bersedia menanggung biaya pembatalan USD 2,8 miliar yang harus dibayar WBD kepada Netflix akibat batalnya kesepakatan sebelumnya.
Dalam wawancara sebelumnya, Sarandos menjelaskan bahwa Netflix sengaja memberi ruang negosiasi agar para pemegang saham mendapatkan kepastian.
"Paramount telah membuat banyak kegaduhan, membingungkan para pemegang saham... termasuk melontarkan semua penawaran hipotetis ini dan berbicara langsung kepada pemegang saham tanpa melewati dewan direksi Warner Bros. Discovery. Jadi, kami memberikan kesempatan agar para pemegang saham mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan, yaitu kejelasan dan kepastian penuh," cetusnya.
Meski yakin mampu mengelola merek besar Warner Bros., Netflix menegaskan bahwa akuisisi ini bukan kebutuhan utama bagi perusahaan.
"Transaksi ini selalu menjadi sesuatu yang 'bagus untuk dimiliki' jika harganya tepat, bukan sesuatu yang 'harus dimiliki' dengan harga berapa pun," tegas Sarandos.
Mundurnya Netflix membuat jalan merger antara Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery kini semakin terbuka lebar, sekaligus mengakhiri persaingan panjang antara para raksasa industri hiburan tersebut.
(yoa)
Loading ...

1 hour ago
1

















































