Aceh, CNN Indonesia --
Nyak Sandang, salah seorang donatur yang menyumbang pembelian pesawat pertama RI yaitu Seulawah R-001 meninggal dunia di kediamannya di Desa Lhuet, Kecamatan Jaya, Kabupaten Aceh Jaya pada Selasa (7/4) pukul 12:20 WIB.
Cucu Nyak Sandang, Attahilah membenarkan kabar duka tersebut. Almarhum meninggal tepat di usia 100 tahun di kediamannya.
"Benar, almarhum meninggal dunia tadi pukul 12:00 WIB," katanya saat dikonfirmasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diketahui Nyak Sandang tahun lalu baru saja mendapat penghargaan dari Presiden Prabowo yaitu Bintang Jasa Utama atas jasa besarnya menyumbang tanah dan emas untuk pembelian pesawat pertama Indonesia, Seulawah RI-001 saat masa kemerdekaan.
Nyak Sandang saat itu masih berusia 23 tahun dan menyumbang sepetak tanah dengan luas di dalamnya 40 batang kelapa dan dijual seharga Rp 100 perak dan sumbangan emas 10 gram pada tahun 1950.
Hasil penjualan itu ia diberikan bukti surat pernyataan utang atau obligasi. Nyak Sandang masih menyimpan dengan rapi tanda penerimaan uang darinya kepada pemerintah Indonesia, yang memuat keterangan bahwa sumbangan tersebut berbentuk utang pemerintah Indonesia kepada rakyat Aceh.
Dalam tanda penerimaan tersebut memuat jenis hutang, jumlah, nama yang mendaftarkan, tahun dan tanda tangan penerima. Semua keterangan tersebut ditulis dalam ejaan lama. Kemudian masih jelas tulisannya.
Ia menjadi orang Aceh pertama yang membuktikan sejarah lewat surat itu, bahwa masyarakat Aceh benar telah menyumbang pembelian pesawat untuk Negara lewat obligasi yang dimilikinya.
Surat obligasi itu pertama kali diketahui publik pada 2018 lalu yang membuat nama Nyak Sandang melejit.
Saat itu Presiden Jokowi langsung menemui Nyak Sandang dan mengabulkan permintaan Nyak Sandang yaitu operasi katarak, umrah dan membangun masjid di kampung halamannya. Saat ini masjid tersebut sudah berdiri kokoh tak jauh dari rumah Nyak Sandang.
(dra/isn)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
2
















































