CNN Indonesia
Selasa, 17 Mar 2026 08:00 WIB
Piala Oscar dikritik netizen karena memotong waktu pidato bagi KPop Demon Hunters saat menang Best Original Song. (REUTERS/Mike Blake)
Jakarta, CNN Indonesia --
Academy Awards ke-98 mendapatkan kritik menyusul situasi yang dialami tim KPop Demon Hunters setelah memenangkan Piala Best Original Song dalam ajang penghargaan tersebut pada Minggu (15/3) malam.
KPop Demon Hunters sukses membawa pulang dua penghargaan dalam ajang Academy Awards ke-98 yang digelar di Dolby Theatre, Minggu (15/3), termasuk Best Original Song berkat Golden.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, seperti diberitakan Korea Times pada Senin (16/3), kemenangan bersejarah tersebut diwarnai kontroversi setelah panitia memotong paksa pidato penerimaan penghargaan di atas panggung.
EJAE bersama para kolaborator dan produser, seperti Mark Sonnenblick, Joong Gyu Kwak, Yu Han Lee, Hee Dong Nam, Jeong Hoon Seo dan Teddy Park ke panggung untuk menerima piala.
"Terima kasih banyak kepada Academy. Saat tumbuh besar, orang-orang sering mengejek saya karena menyukai K-pop. Sekarang semua orang menyanyikan lagu kami, bahkan dengan seluruh lirik dalam bahasa Korea. Saya sangat bangga," ujar EJAE di atas panggung.
Ketegangan muncul saat produser Lee Yu-han hendak melanjutkan pidato. Ia baru saja memulai pidatonya, tapi orkestra dimulai begitu kencang hingga suaranya tak terdengar.
"Saya ingin berterima kasih kepada..." ujar Lee Yu-han sebelum suaranya hilang terpotong musik dari pihak Oscar.
EJAE yang berdiri di sampingnya langsung seperti memohon supaya mereka diberikan sedikit waktu hingga Lee Yu-han selesai berbicara, tapi orkestra itu tetap dimainkan dengan volume yang keras.
Tak hanya itu, lampu di sekitar panggung termasuk lampu sorot juga dipadamkan meski para komposer masih berdiri di depan mikrofon.
Kritik tajam dari netizen muncul setelah mereka membandingkan durasi pidato antar kategori sepanjang siaran langsung.
Penonton menilai ada perbedaan perlakuan yang sangat mencolok. Tim lagu Golden dipotong paksa sebelum genap dua menit, padahal pemenang kategori sinematografi diberi waktu leluasa hingga hampir empat menit.
Kekecewaan warganet semakin memuncak saat melihat para pemenang kategori utama, seperti aktor, aktris, dan sutradara tetap diberikan durasi bicara yang sangat longgar di akhir acara.
Perbedaan durasi yang sangat jauh itu memicu spekulasi di media sosial mengenai adanya bias atau perlakuan tidak adil terhadap kreator asal Asia.
Situasi ini semakin disorot karena insiden serupa menimpa produser Kpop Demon Hunters, Michelle L.M. Wong saat menerima penghargaan Best Animated Feature.
Musik mulai dimainkan tepat ketika ia bersiap berbicara setelah sutradara Maggie Kang dan Chris Appelhans selesai.
Pemotongan berulang ini membuat banyak komentator berspekulasi bahwa pidato mereka sengaja dipersingkat. Pidato dan ucapan terima kasih itu baru dilanjutkan di belakang panggung.
Meski dibayangi kontroversi, KPop Demon Hunters tetap mencatatkan sejarah besar sebagai film animasi terkait budaya Korea Selatan dengan kemenangan terbanyak.
Kemenangan Golden menjadikannya lagu K-pop pertama yang memenangkan Piala Oscar.
Keberhasilan lagu karya EJAE, Mark Sonnenblick, 24, Ido, dan Teddy Park ini mempertegas dominasi Golden yang sebelumnya telah menduduki puncak Billboard Global 200 di lebih dari 30 negara serta memenangkan Grammy Awards 2026.
Kemenangan dalam kategori Best Animated Feature Film menjadi pencapaian pamungkas bagi film ini sejak musim penghargaan 2026 digelar, sekaligus mengukuhkan posisinya sebagai salah satu proyek global paling sukses tahun ini.
(gis/chri)
Add
as a preferred source on Google

21 hours ago
1

















































