Pasar Game Indonesia Raup Rp34 Triliun Pertahun, Namun Pengembang Lokal Tak Sampai 1%

4 hours ago 2

Selular.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif mengungkapkan bahwa kontribusi industri gim lokal terhadap perekonomian nasional masih relatif kecil meski Indonesia merupakan salah satu pasar gim terbesar di dunia.

Direktur Gim Kementerian Ekraf, Luat Sihombing, menyatakan riset yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Kementerian Komunikasi dan Digital mengungkapkan valuasi pasar gim Indonesia saat ini telah mencapai lebih dari 2 miliar dolar AS atau sekitar Rp34 triliun per tahun.

Ia menambahkan, sekitar 0,17-0,34 persen gim dari pengembang lokal indie ikut bersaing dalam pasar gim nasional, dan hanya 2,5 persen dari nilai pasar nasional dinikmati oleh pengembang lokal.

“Kalau kita bicara market revenue, nilainya saat ini lebih dari 2 miliar dolar dalam satu tahun. Tapi kalau kita ambil produk lokal, kontribusinya sekitar 0,17 sampai 0,34 persen terhadap PDB,” kata Luat dalam Media Briefing Penandatanganan MoU antara Kementerian Ekraf dan Coda pada Kamis, 25 Juni.

Baca juga:

Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang pertumbuhan yang dapat dimanfaatkan industri gim dalam negeri, terutama dengan memperkuat ekosistem pengembang lokal.

Sementara itu, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekraf, Muhammad Neil El Himam, mengakui pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menghitung kontribusi ekonomi produk digital, termasuk game, terhadap nilai ekspor nasional.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Ia menjelaskan bahwa selama ini metode penghitungan ekspor yang digunakan masih lebih banyak berfokus pada barang fisik yang melewati pelabuhan atau kargo udara. Akibatnya, transaksi produk digital belum tercatat secara optimal.

“Produk digital seperti gim ini belum bisa dihitung secara maksimal. Karena selama ini yang tercatat adalah barang yang melewati pelabuhan atau kargo udara,” ujarnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Kementerian Ekraf bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia tengah menjajaki mekanisme baru agar produk digital dapat masuk dalam perhitungan ekonomi nasional secara lebih akurat.

Neil menilai langkah tersebut penting agar kontribusi industri gim dan sektor digital lainnya terhadap perekonomian Indonesia dapat terlihat secara lebih jelas, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pengembangan ekonomi digital ke depan.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi