Jakarta, CNN Indonesia --
Pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite dan Solar dibatasi agar tepat sasaran dan efisiensi di tengah konflik global Timur Tengah. Pembelian BBM Pertalite dan Solar per kendaraan dibatasi sebanyak 50 liter per hari.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan pembelian diatur melalui sistem barcode pada aplikasi MyPertamina.
"Pemerintah akan melakukan pengaturan pembelian dengan penggunaan barcode mypertamina, dengan batas wajar 50 liter per kendaraan," kata Airlangga dalam keterangan resminya secara daring, Rabu (1/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengurai kebijakan tersebut tak berlaku bagi pelat kuning atau kendaraan umum, yang artinya pembatasan hanya menyasar kendaraan pribadi milik masyarakat. Kebijakan resmi bergulir hari ini 1 April 2026.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapiini tidak berlaku bagi kendaraan umum," ucap Airlangga.
Lebih lanjut,Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mendorong agar masyarakat bijak saat membeli BBM. Menurut Bahlil, satu mobil pribadi cukup diisi 50 liter per hari.
"Dalam pandangan kami sebagai mantan sopir angkot, wajar dan bijak itu kalau isi mobil satu hari 50 liter, itu tanki sudah penuh satu hari. Kita akan mendorong ke sana," ujar Bahlil.
Bahlil juga memastikan ketersediaan energi nasional dalam kondisi aman di tengah dinamika geopolitik global.
Ia juga menegaskan cadangan BBM nasional berada di atas standar minimum.
"Cadangan BBM kita semuanya di atas standar minimum nasional. Baik itu solar, maupun bensin, termasuk dengan gas, termasuk dengan avtur, termasuk juga dengan LPG," ujar Bahlil.
(ryh/mik)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
2















































