Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah memastikan belum ada rencana untuk membatasi ekspor pupuk di tengah meningkatnya ketidakpastian pasokan bahan baku global akibat konflik di Timur Tengah.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyatakan hingga saat ini pemerintah masih mengandalkan langkah antisipasi melalui diversifikasi sumber impor bahan baku tanpa perlu melakukan pembatasan ekspor pupuk.
"Oh enggak, enggak (pembatasan ekspor)," kata Budi di Kemendag, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mencari alternatif sumber bahan baku dari negara lain, terutama untuk komoditas yang selama ini bergantung pada impor.
"Jadi kita antisipasi, kita sudah antisipasi untuk bahan baku misalnya. Jadi yang terutama yang impor, kita cari alternatif pasar atau barangnya. Substitusi barangnya kan bisa aja ngambil dari negara yang ada atau komoditas yang sama yang bisa diambil dari negara lain," ujarnya.
Menurut Budi, untuk komoditas pupuk, Indonesia selama ini tidak hanya bergantung pada pasokan dari Timur Tengah, tetapi juga dari kawasan lain seperti Eurasia.
"Ya pupuk kita mau ngambil, sebenarnya kita impor dari Eropa Timur kan banyak kayak dari Kazakhstan, Uzbekistan, negara-negara Eurasia. Itu banyak, ya bisa dialihkan dari situ," kata Budi.
Ia menambahkan hingga saat ini belum ada laporan gangguan signifikan dari pelaku usaha maupun PT Pupuk Indonesia (Persero) terkait pasokan bahan baku pupuk.
"Tapi sampai sekarang sih belum ada ini dari pihak BUMN, belum ngobrol ke kita. Artinya dari pihak BUMN belum ada keluhan ke kami," ujarnya.
Budi kemudian menyebut mayoritas impor bahan baku pupuk Indonesia memang berasal dari negara-negara di kawasan Eurasia, sehingga risiko gangguan pasokan dinilai masih dapat diantisipasi.
Di tengah kondisi global, sejumlah negara diketahui mulai membatasi ekspor pupuk untuk menjaga kebutuhan domestik, seiring terganggunya distribusi akibat konflik di Timur Tengah.
Penutupan jalur strategis tersebut memicu lonjakan harga pupuk dunia dan meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan pangan global.
Namun di Indonesia, pemerintah memilih menjaga kelancaran perdagangan sambil mencari alternatif sumber pasokan. Pendekatan ini diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan pupuk tanpa harus menahan ekspor.
Budi menambahkan pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, termasuk dinamika harga energi dan logistik, untuk memastikan pasokan bahan baku tetap aman.
"Mudah-mudahan sih enggak ada masalah," kata Budi.
(del/pta)
Add
as a preferred source on Google

11 hours ago
5
















































