Pendaki Dilarang Keras ke Puncak Selatan Gunung Rinjani, Ini Alasannya

9 hours ago 6

CNN Indonesia

Rabu, 08 Apr 2026 10:30 WIB

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengeluarkan ultimatum keras bagi para pendaki untuk tidak ke Puncak Selatan yang berada di ketinggian 3.171 mdpl. Gunung Rinjani di Pulau Lombok, NTB. (Flickr/Reinhard Kuchenbäcker)

Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengeluarkan ultimatum keras bagi para pendaki untuk tidak menjangkau Puncak Orplas (Puncak Selatan) Gunung Rinjani, Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang berada di ketinggian 3.171 mdpl.

Selain karena jalurnya yang ilegal, otoritas Gunung Rinjani menyebut medan menuju titik tersebut sangat ekstrem dan membahayakan nyawa pendaki.

Kepala Balai TNGR, Budhy Kurniawan, menegaskan bahwa pihaknya tidak segan memberikan sanksi berat bagi mereka yang membandel. "Itu tidak boleh karena jalurnya ilegal. Jika ketahuan, pendaki tersebut akan kami blacklist," tegas Budhy, seperti dilansir Detik, Selasa (7/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Larangan ini telah disosialisasikan secara masif melalui papan peringatan di berbagai titik, khususnya bagi pendaki yang masuk melalui jalur Timbanuh, Lombok Timur.

Tak hanya Puncak Orplas, TNGR juga melarang aktivitas turun ke danau dari Pelawangan Aik Berik, yakni jalur dari Lombok Tengah menuju Danau Segara Anak yang dinilai terlalu curam dan berbahaya.

Ada larangan juga untuk turun ke danau dari Jalur Timbanuh. Pendaki dilarang keras menuruni tebing menuju danau dari titik ini. Medannya sangat terjal dan secara teknis membutuhkan peralatan khusus seperti tali sepanjang minimal 100 meter.

Budhy menjelaskan bahwa saat ini Rinjani tengah bertransformasi menuju konsep "Pendaki Berkualitas". Aspek keselamatan menjadi prioritas utama di atas sekadar angka kunjungan.

Untuk mendukung misi tersebut, TNGR memperketat pengawasan dengan berbagai inovasi di antaranya porter dan guide diwajibkan memiliki sertifikat resmi untuk menjamin standar keselamatan pendaki.

TNGR juga mengedepankan penggunaan drone pendeteksi panas untuk memantau insiden atau kecelakaan di jalur pendakian.

Penambahan kamera pemantau di titik-titik krusial serta perbaikan jaringan komunikasi juga dilakukan agar aktivitas pendaki tetap terpantau secara real-time.

Bagi yang berencana melewati jalur Timbanuh, Balai TNGR mengingatkan bahwa batas aman pendakian hanya sampai di Pelawangan Timbanuh.

Berikut adalah gambaran rutenya:

1. Estimasi Waktu: Perjalanan dari basecamp menuju Pelawangan memakan waktu sekitar 8 hingga 12 jam.

2. Titik Istirahat: Terdapat tiga shelter utama. Pendaki disarankan bermalam di Pos 3 (2.300 mdpl) yang menawarkan pemandangan padang sabana yang luas.

3. Batas Akhir: Pendaki hanya diperbolehkan menikmati pemandangan Gunung Anak Baru Jari dari sisi selatan Pelawangan tanpa mencoba menyeberang ke area terlarang.

(wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi