Peneliti Temukan Cara Mengetahui Penyakit Tertentu dari Bau Mulut

5 hours ago 1

CNN Indonesia

Minggu, 01 Mar 2026 12:25 WIB

Penyebab bau mulut bukan hanya dari jarang sikat gigi, tetapi bisa jadi pertanda penyakit lain. Ini kata para peneliti. Ilustrasi. Penyebab bau mulut bukan hanya dari jarang sikat gigi, tetapi bisa jadi pertanda penyakit lain. (Istockphoto/ Tharakorn)
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Jarang sikat gigi bukanlah satu-satunya penyebab bau mulut. Napas yang bau bisa disebabkan oleh mikrobioma usus yang sedang tidak seimbang.

Hal ini dikemukakan dalam studi terbaru oleh Ariel J. Hernandez-Leyva dkk. di jurnal Cell Metabolism pada 22 Januari 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada studi ini, para peneliti melakukan eksperimen terpisah terhadap tikus dan 27 anak untuk mengukur kadar molekul dalam napas yang mereka embuskan. Molekul dalam sampel napas kemudian dibandingkan dengan sampel tinja untuk ditinjau hubungan di antara keduanya.

Dari hasil analisis, para peneliti menemukan senyawa organik volatil atau volatile organic compound (VOC) dari mikroba usus. Senyawa ini bisa memberikan petunjuk mengenai kesehatan seseorang.

"Senyawa dalam napas Anda mengandung informasi penting tentang kesehatan Anda, dan beberapa senyawa tersebut berasal dari mikroba di usus Anda," ujar Audrey R. Odom John, Kepala Divisi Penyakit Menulat di Rumah Sakit Anak Philadelphia, AS, seperti dikutip dari Prevention.

Sinyal untuk pengembangan tes berbasis napas

Studi ini menunjukkan potensi pengembangan tes berbasis napas untuk memudahkan diagnosis penyakit. Soalnya, tes ini bersifat non-invasif dan bisa meningkatkan kenyamanan pasien.

"Para klinisi mungkin akan segera dapat mengetahui kapan usus Anda sehat hanya berdasarkan tes napas, yang jauh lebih nyaman dan cepat daripada pengurutan genetik tinja," kata John.

Adapun menurut ahli penyakit menular dan peneliti senior di Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja, berbagai tes napas ini bisa sangat cepat, mudah, dan tidak menyakitkan. Kecepatannya bisa setara dengan tes breathalyzer yang digunakan untuk uji kadar alkohol.

"Keuntungannya adalah tes non-invasif dapat memberikan banyak informasi dengan mengambil sampel molekul dalam napas seseorang," ujar Adalja.

Berbagai penyakit yang bisa dideteksi dari bau mulut

Penggunaan napas untuk tes diagnostik sebenarnya masih berkembang dan belum banyak digunakan. Namun tes sampel napas bisa mendeteksi sejumlah penyakit.

Berikut ini beberapa penyakit yang bisa dideteksi dari aroma bau mulut:

1. Diabetes tipe 1 dan 2

John mengatakan, secara historis, sampel napas sudah digunakan untuk mendiagnosisi kondisi diabetes karena adanya keton yang khas dalam napas.

Keton itu sendiri merupakan zat kimia yang diproduksi oleh hati ketika tubuh memecah lemak. Zat ini dapat menyebabkan napas berbau buah atau aseton.

2. Penyakit hati

Ketika Anda memiliki gangguan pada hati atau liver, ini juga bisa dideteksi melalui napas. Adapun napas yang keluarkan berbau seperti "napas orang mati" kata John.

Napas ini juga dikenal dengan fetor hepaticus, yakni napas khas yang menyebabkan bau apek. Bau ini menandakan penyakit hati atau gagal hati yang sudah parah.

3. Mulut kering

Xerostomia atau mulut kering, merupakan kondisi yang disebabkan oleh kurangnya air liur di mulut.

Ketika kurang air liur, mulut jadi kesulitan membersihkan bakteri dari sisa makanan. Hal ini menyebabkan napas berbau seperti telur busuk.

4. Tukak lambung

Ilustrasi asam lambungFoto: iStock/decade3d
Ilustrasi lambung.

Meski belum tentu berbau, ada beberapa tes diagnostik berbasis napas yang digunakan secara klinis. Salah satunya, tes untuk infeksi Helicobacter pylori yang dapat menyebabkan tukak lambung.

Tes ini bernama urea breath test yang dilakukan sebagai skrining awal. Tindakan tes bersifat non-invasif alias tidak menimbulkan rasa sakit.

5. Infeksi di saluran hidung, tenggorokan atau paru-paru

Mengutip Cleveland Clinic, infeksi pada saluran hidung dan tenggorokan, dapat membuat cairan di dalamnya berbau busuk. Adapun pneumonia dapat membuat Anda batuk berdahak yang baunya tak sedap.

6. Gastroesophageal reflux disease (GERD)

Saat sedang mengalami GERD, asam lambung akan naik ke kerongkongan dan terkadang hingga ke mulut. Cairan ini terasa asam dan menimbulkan bau tidak di mulut.

Jadi, jika Anda khawatir tentang bau mulut yang kunjung hilang, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Apalagi jika ada perubahan mendadak pada bau mulut Anda, tetapi tidak ada masalah gigi yang sedang dialami.

(rti)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi