Jakarta -
Alat rokok terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup masyarakat. Kalau dulunya perlu korek untuk menyalakan rokok, sekarang tinggal menghisapnya saja secara langsung. Kehadiran rokok elektrik atau vape pod ini kemudian mulai populer di masyarakat berkat kepraktisan dan desainnya yang kecil dan elegan.
Sayangnya, teknologi ini banyak disalahgunakan oleh sebagian orang. Belakangan ini, kemunculan pod geter mulai mengkhawatirkan masyarakat sejak diungkapkan oleh DJ Dinar Candy. Vape pod yang tadinya difungsikan sebagai pengalihan dari rokok konvensional, kini dimodifikasi oleh beberapa oknum menjadi pod geter untuk tujuan berbahaya.
Lantas, apa itu pod geter yang saat ini tengah viral? Apakah sama dengan vape pod biasa?
Apa Itu Pod Geter?
Awalnya, istilah pod geter merujuk pada fitur vibration alter atau getaran yang terdapat pada beberapa sistem pod modern. Fitur ini berfungsi sebagai pemberi sinyal kepada pengguna untuk memberi tahu bahwa perangkat perlu diisi daya atau siap digunakan setelah pemasangan catridge. Dengan begitu, pengguna bisa mengetahui status podnya tanpa perlu melihat secara langsung.
Namun, jenis vape tersebut mengalami pergeseran makna menjadi istilah negatif. Jenis pod geter sendiri mulai mencuat setelah DJ Dinar Candy membagikan pengalamannya dan menyuarakan peringatan keras melalui postingan Instagram pribadinya. Dinar menjelaskan bahwa pod geter ini merujuk pada pod getar.
Dalam unggahannya, ia menjelaskan bahwa pod geter memiliki kandungan yang sangat berbahaya. Berbeda dengan vape pod pada umumnya yang berisi liquid dengan berbagai rasa, pod geter justru diisi dengan zat terlarang yang menyerupai narkoba. Ia juga menambahkan bahwa pod geter ini mulai marak peredarannya di dunia kelab malam.
Kandungan tersebut memiliki efek samping yang sangat fatal bagi kesehatan. Jika dikonsumsi, pengguna bisa mengalami halusinasi, sensasi melayang (ngefly), hingga kehilangan kesadaran.
Bedanya Pod Geter dan Vape Pod Biasa
Kehebohan pod geter tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak masyarakat awam yang bingung membedakan antara pod geter dengan rokok elektronik legal atau pod biasa.
Secara tampilan, sebenarnya kedua perangkat tersebut memiliki rupa fisik yang mirip karena keduanya menggunakan perangkat yang sama. Pod geter sendiri merupakan istilah untuk menyebut vape pod yang telah disalahgunakan fungsinya.
Jika dilihat secara jeli, perbedaan mencolok dapat ditemukan pada bagian kemasannya. Vape pod yang dijual secara legal biasanya memiliki segel resmi dan peringatan kesehatan yang jelas. Sedangkan pod geter atau vape pod yang ilegal sering kali terjual tanpa label resmi, bahkan dengan kondisi segel yang sudah rusak.
Perbedaan utama antara pod geter dan vape pod biasa terletak pada isi cairannya. Umumnya, vape pod berisi cairan nikotin yang kemudian dicampur dengan perasa dalam kadar yang aman dan teruji. Sebaliknya, pod geter justru diisi dengan zat terlarang atau narkoba.
Jika dihisap, pod vape legal biasanya hanya memicu rasa haus atau kecanduan biasa. Berbeda dengan isi kandungan pod geter yang bisa menimbulkan efek berbahaya, seperti halusinasi, lemas, dan pusing hebat.
Metode peredarannya pun berbeda. Jika vape pod legal dapat ditemukan dengan mudah di toko resmi yang terdaftar, pod getar justru dipasarkan secara gelap melalui jalur penyelundupan yang rapi dan tersembunyi. Harganya pun cenderung lebih tinggi dibandingkan pod biasa.
Akibat maraknya kasus pod geter tersebut, pengguna perlu meningkatkan kewaspadaan sebelum membeli pod yang baru. Jangan mudah tergiur dengan penawaran dari sumber yang tidak jelas atau harga yang tidak wajar. Pastikan produk pod yang digunakan memiliki segel resmi dan dibeli di gerai terpercaya.
(Astrid Riyani Atmaja/agn)
Loading ...

6 hours ago
2

















































