Korban agresi Israel terhadap Lebanon -- Al Mayadeen
FAJAR.CO.ID, TEL AVIV – Mantan Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA), Mohamed ElBaradei, mengeluarkan peringatan keras bahwa Israel berupaya menggagalkan segala bentuk kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Diketahui, Amerika Serikat dan Iran mencapai kesepakatan gencatan senjata melalui mediasi Pemerintah Pakistan. Dalam kesepakatan gencatan senjata itu, salah satu klausal disebutkan bahwa Israel harus menghentikan serangan terhadap semua front perlawanan, termasuk di dalamnya Hizbullah di Lebanon.
"Hal terpenting yang akan terus diupayakan Israel dengan segala cara adalah meniadakan setiap peluang perdamaian antara Iran dan AS," tulisnya dalam sebuah unggahan di platform X pada Rabu (9/4).
Lebih lanjut, ElBaradei menyebut bahwa Tel Aviv juga berusaha menutup semua kemungkinan rekonsiliasi antara negara-negara Arab Teluk dengan Iran.
Menurutnya, kekhawatiran ini muncul karena Israel terancam tersingkir di kawasan, sehingga ingin menyoroti kebijakan pendudukan, pembangunan permukiman ilegal, serta praktik pembersihan etnis yang selama ini dijalankannya, seperti yang terlihat saat ini di Lebanon.
"Syarat fundamental bagi perdamaian di kawasan ini adalah Amerika Serikat harus mampu mengendalikan kebrutalan Israel. Hal itu belum dilakukan AS di Gaza dan Tepi Barat, dan hasilnya sudah jelas bagi semua: semakin banyak pembunuhan dan kehancuran!" tegas ElBaradei.
Pernyataan ElBaradei ini muncul setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran ke Lebanon pada hari yang sama. Serangan tersebut, menurut data Pertahanan Sipil Lebanon, menewaskan lebih dari 250 orang dan melukai ratusan lainnya.















































