Persib Buka Suara soal Kemungkinan Suporter Persija Nekat ke GBLA

1 day ago 3

Bandung, CNN Indonesia --

Manajemen Persib Bandung berusaha agar tidak ada suporter Persija Jakarta yang menyelinap masuk ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Minggu (11/1).

Larangan suporter bertandang masih berlaku pada Super League 2025/2026. Kedatangan pendukung tim tamu menjadi haram.

Antusiasme suporter mengikuti tim kesayangannya harus diredam. Demikian pula dengan suporter Persija pada akhir pekan ini, dilarang ke Bandung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Guna mengantisipasi kenekatan fans, manajemen Persib pun sudah berkomunikasi ke Persija dan meminta bantuan komunitas suporter.

"Dari pihak PT yang kita bisa lakukan adalah kita berkomunikasi langsung dengan pihak Persija. Kami secara personal juga sudah berkomunikasi dengan tim sekretaris mereka, meminta bantuan agar melakukan himbauan terus. Kami juga berharap nanti teman-teman komunitas membantulah jika ditemukan ada potensi atau gerak gerik menuju ke sana, bisa dibantu untuk diingatkan dan dihubungkan kepada pihak terkait," ujar Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan.

Ia mengatakan, pertandingan Persib dan Persija merupakan hajatan para pendukung Persib Bandung. Kehadiran bobotoh bisa menjadi tenaga tambahan dan membuktikan bahwa ini juga bisa memberikan semangat lebih bagi tim untuk bisa memenangkan pertandingan.

"Jadi kami sangat berterima kasih, bersyukur juga, dan juga mengimbau tetap jaga keamanan, tetap jaga keselamatan bersama dan tetap ikuti aturan," kata Adhitia yang ditemui saat rapat koordinasi pertandingan Persib vs Persija di Polrestabes, Bandung, Kamis (8/1).

Manajemen Persib juga menyatakan sudah 26 ribu tiket terjual, sesuai dengan koordinasi dengan pihak kepolisian.

Guna mengantisipasi keributan, pihak Persib telah meminta penambahan steward untuk memberikan rasa aman ke para pendukung yang datang langsung ke stadion. Ada pula pemantauan secara daring untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk saat laga berlangsung.

"Kita tetap rapat juga kita menyampaikan beberapa masukan bahwa kalau bisa ada pengamanan lebih ketat di titik ini, segala macam. Kita juga menambah personel steward lebih banyak. Kita juga melibatkan beberapa akun-akun komunitas untuk mengimbau dan mendorong teman-teman agar lebih aman, tenteram, dan tertib. Dan juga kita memantau terus sosial media untuk mengetahui potensi apa yang akan mungkin terjadi," jelas Adhitia.

[Gambas:Video CNN]

(csr/nva)

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi