Piala Dunia 1994: Baggio 'Mati' Berdiri di Saat Brasil Kembali Menari

12 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Brasil menjadi juara Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat (AS) untuk keempat kalinya usai menaklukkan Italia lewat adu penalti. Roberto Baggio mengabadikan namanya secara tragis ketika tendangan penalti terakhirnya melayang jauh di atas mistar gawang.

FIFA memilih AS sebagai tuan rumah dalam upaya memperkenalkan sepak bola kepada negeri yang lebih akrab dengan American football dan basket. Meski skeptisisme awal begitu besar, seluruh pertandingan sepanjang turnamen berakhir dengan tribun yang penuh sesak.

Brasil tampil dengan wajah baru yang lebih kompak di bawah pelatih Carlos Alberto Parreira. Ia menambahkan Mauro Silva dan Dunga sebagai tandem gelandang bertahan yang memperkuat fondasi tim. Di sisi lain, Romario tampil sebagai ujung tombak paling tajam sejak 1982.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Romario dan Bebeto membentuk duet penyerang paling mematikan di turnamen itu. Brasil melaju tanpa hambatan berarti dari fase grup, menyingkirkan Rusia dan Kamerun, lalu berbagi angka dengan Swedia untuk sama-sama melaju ke babak berikutnya.

Tim Samba kemudian mengalahkan tuan rumah dengan skor 1-0 pada babak 16 besar. Langkah Dunga cs tak bisa dibendung Belanda pada babak perempat final. Skor tipis 3-2 jadi pengantar Brasil ke semifinal.

Kemenangan 1-0 atas Swedia, berkat gol tunggal Romario, membawa Brasil kembali ke partai puncak Piala Dunia setelah kali terakhir tampil di final pada 1970.

Di sisi lain, Italia melangkah dengan cara yang beda-beda tipis. Gli Azzurri kalah dari Irlandia pada laga awal fase grup. Kemenangan atas Norwegia dan hasil imbang melawan Meksiko membuat Italia lolos dramatis sebagai salah satu penghuni peringkat ketiga terbaik.

Di babak 16 besar, Roberto Baggio menjadi penyelamat saat Italia tertinggal dari Nigeria. Ia menyamakan kedudukan di menit akhir waktu normal sebelum mencetak gol penalti penentu di babak tambahan waktu.

Di perempat final, Baggio kembali menjadi pahlawan dengan mencetak dua gol penentu ke gawang Spanyol. Di semifinal melawan Bulgaria, ia kembali tampil gemilang dan mengantarkan Italia ke final.

Brasil dan Italia melewati fase grup dengan kemenangan-kemenangan yang berselisih satu gol.

Kedua tim yang memiliki tradisi sepak bola paling kaya di dunia itu akhirnya bertemu di final Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam Sejarah. Bentrokan berlangsung di Rose Bowl Stadium, California.

Baca lanjutan artikel ini di halaman selanjutnya>>>

Add as a preferred
source on Google

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi