Prabowo Mau Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia, Apa Itu?

2 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden RI Prabowo Subianto berencana mengirim orang Indonesia ke Rusia untuk mengikuti program kosmonaut. Sebenarnya apa itu program kosmonaut Rusia?

Menteri Luar Negeri Sugiono mengatakan rencana itu merupakan penjajakan kerja sama di bidang antariksa. Rencana itu muncul setelah pertemuan antara Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin pekan lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal-hal lain yang dibahas juga mengenai kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian antariksa. Bapak Presiden [Prabowo] juga menyampaikan kemungkinan untuk Indonesia mengirimkan orang-orang terpilih dan terbaik untuk bisa mengikuti program kosmonaut-nya Rusia," ucap Sugiono di Kantor Staf Presiden, Gedung Bina Graha, Jakarta, Rabu (22/4).

Sugiono menyebut rencana mengirim orang Indonesia ke Rusia untuk mengikuti program kosmonaut merupakan bagian dari upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia Indonesia di sektor teknologi tinggi.

"Karena ini merupakan satu parameter bahwa suatu negara memiliki keunggulan di bidang teknologi, kemudian bisa mengirimkan awak ataupun alat ke orbit."

"Oleh karena itu Bapak Presiden juga kemarin menyampaikan bahwa menjajaki kemungkinan untuk mengirimkan orang-orang Indonesia untuk bisa menjalani program pelatihan kosmonaut tersebut," ujar Sugiono menambahkan.

Lantas, apa sebenarnya program kosmonaut Rusia?

Kosmonaut secara teknis adalah istilah Rusia untuk menyebut antariksawan, setara dengan Astronaut di Amerika Serikat dan Taikonaut di China. Program ini dijalankan oleh Roscosmos, lembaga antariksa Rusia.

Program ini dikenal dengan standar pelatihannya yang sangat berat dan berpusat di Star City (Zvyozdny gorodok), sebuah fasilitas legendaris di dekat Moskow.

Melansir EBSCO, kosmonaut merupakan program luar angkasa Rusia, yang berakar sejak tahun 1945. Ini merupakan babak penting dalam sejarah penjelajahan antariksa, yang memosisikan Rusia sebagai kekuatan pelopor berdampingan dengan Amerika Serikat.

Setelah Perang Dunia II, Uni Soviet --yang kini menjadi Rusia-- memanfaatkan teknologi dan keahlian Jerman yang berhasil mereka kuasai untuk memajukan program roketnya.

Program ini memuncak pada pencapaian besar seperti peluncuran Sputnik, satelit buatan pertama pada tahun 1957, dan penerbangan luar angkasa berawak pertama oleh Yuri Gagarin pada tahun 1961.

Penerbangan Yuri Gagarin ke antariksa saat itu mengguncang dunia. Hal ini juga yang memicu AS untuk bisa melakukan hal serupa.

AS pada akhirnya mengalahkan Rusia dengan mengirimkan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin ke Bulan.

Meskipun tidak pernah mengirimkan kosmonaut ke luar orbit Bumi rendah, Rusia memiliki sejarah yang kaya dalam bidang penerbangan antariksa berawak, serta memberikan kontribusi besar bagi eksplorasi antariksa manusia secara keseluruhan.

Sepanjang Perang Dingin, program ini saling berkelindan dengan ideologi politik, memengaruhi hubungan internasional serta kemajuan teknologi. Namun, setelah pembubaran Uni Soviet pada awal 1990-an, program luar angkasa Rusia menghadapi tantangan signifikan, termasuk penurunan pendanaan dan hambatan teknologi.

Terlepas dari rintangan tersebut, Rusia terus berkontribusi dalam penjelajahan antariksa melalui program Soyuz dan kolaborasi internasional seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

(dmi/dmi)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi