Jakarta -
Anime Witch Hat Atelier alias Tongari Boushi no Atelier resmi memulai penayangan sebagai bagian dari anime musim semi 2026. Kehadiran anime satu ini pun mengundang reaksi besar dari banyak penggemar.
Jadi salah satu anime adaptasi manga yang paling ditunggu-tunggu, tak sedikit penggemar yang khawatir dengan perbedaan jalan cerita antara versi anime dan manga. Episode perdana Witch Hat Atelier pun mendapatkan sejumlah kritik dari penggemar versi manga.
Produser anime Witch Hat Atelier dari Studio Bug Films, Hiroaki Kojima kemudian menjawab keresahan penggemar. Lewat unggahan di media sosial, ia menjelaskan soal perbedaan adegan yang terjadi antara versi anime dan manga.
Hiroaki Kojima menuturkan bahwa beberapa adegan dalam manga terpaksa dipotong pada versi anime demi menghemat waktu. Ia juga mengungkapkan bahwa ada beberapa adegan yang sudah dianimasikan, tetapi terpaksa dihapus selama proses penyuntingan.
"Dalam serial anime format TV, pasti ada adegan yang terpaksa kami potong karena keterbatasan waktu. Saya terkesan dengan ketelitian penggemar Witch Hat Atelier untuk melihat perbedaan antara karya asli dan anime," tulis Kojima, dikutip Jumat (10/4).
Melihat antusiasme penggemar untuk melihat adanya adegan yang terpaksa dipotong demi durasi, Hiroaki Kojima pun mengungkapkan keinginannya untuk merilis episode versi sutradara di kemudian hari.
Sutradara Witch Hat Atelier, Ayamu Watanabe juga mengungkapkan hal senada, menyebut dirinya kesulitan memotong bagian untuk ditampilkan ke format anime.
"Saat mengadaptasi ke format anime TV, pasti ada saat-saat di mana durasinya tidak mencukupi. Bukan berarti kami memotong informasi dari karya aslinya, tetapi kami memperluas beberapa bagian dalam anime," jelas Ayamu.
"Kami pasti menghabiskan waktu untuk hal-hal seperti meningkatkan deskripsi karakter dan mengungkapkan hal-hal tersirat," lanjutnya.
Witch Hat Atelier sendiri merupakan anime yang mengadaptasi manga bertajuk sama karya Kamome Shirabahama. Serial ini bercerita tentang Coco, seorang gadis desa yang bercita-cita untuk menjadi penyihir.
Namun, ketika ia mencoba mempraktikkan sebuah sihir, efek yang dihasilkan justru menghancurkan rumahnya dan membuat ibunya membatu. Coco pun diselamatkan oleh seorang penyihir misterius bernama Qifrey yang menjadikan Coco sebagai muridnya.
Coco kemudian tidak hanya berusaha mempelajari sihir di atelier atau bengkel penyihir di bawah naungan Qifrey, tetapi juga harus menghadapi kelompok berbahaya bernama Brimmed Caps yang menyebarkan sihir terlarang serta artefak berbahaya.
(asw)
Loading ...

2 hours ago
2








































