Protes Trump, Warga AS Teriak No Kings Termasuk di Kantong Republik

9 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Jutaan warga Amerika Serikat (AS) turun ke jalan dalam aksi bertajuk 'No Kings' yang digelar serentak di berbagai kota besar hingga wilayah pedesaan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Presiden Donald Trump.

Aksi ini berlangsung dari pantai timur hingga barat AS, mencakup kota-kota seperti New York, Los Angeles, Chicago, hingga komunitas kecil di Alaska pada Sabtu (28/3) waktu setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para demonstran membawa spanduk, mengenakan kostum, dan menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Menariknya, hampir setengah dari aksi protes berlangsung di wilayah yang selama ini dikenal sebagai basis Partai Republik.

Negara bagian seperti Texas, Florida, dan Ohio masing-masing mencatat lebih dari 100 titik aksi, sementara Idaho, Wyoming, dan Utah juga mencatat puluhan demonstrasi.

Di Texas, ribuan orang berkumpul di sekitar Balai Kota Dallas sambil mendengarkan orasi yang mengkritik kebijakan pemerintahan Trump. Sementara di Georgia, demonstran memenuhi jalan menuju Jekyll Island dengan membawa bendera Amerika dan berbagai poster protes.

Di Florida, aksi berlangsung relatif kondusif meski sempat terjadi adu argumen antara demonstran dan pendukung Trump di West Palm Beach. Wakil Wali Kota Boynton Beach, Thomas Turkin, menyebut aksi di wilayahnya berlangsung dengan antusias dan sebagian besar damai.

Gelombang protes juga terlihat di wilayah pesisir barat. Di Los Angeles, demonstran memenuhi pusat kota, termasuk membawa balon raksasa yang menggambarkan Trump sebagai bayi. Di San Francisco, massa berkumpul di Embarcadero Plaza sambil membawa spanduk 'No Kings'.

Di New York, aksi berlangsung di Manhattan dengan ribuan orang berjalan dari Midtown sambil meneriakkan slogan dan membawa poster bertema anti-Trump, anti-kebijakan imigrasi, hingga kritik terhadap perang. Sejumlah figur publik dan influencer turut terlihat dalam aksi tersebut.

Di Minnesota, sejumlah tokoh politik seperti Gubernur Tim Walz dan Senator Bernie Sanders ikut hadir dan menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah, khususnya terkait isu imigrasi dan kondisi politik nasional.

Aksi juga diwarnai partisipasi dari berbagai kelompok masyarakat, termasuk serikat pekerja. Sekretaris Bendahara American Federation of Teachers Fedrick Ingram mengatakan demonstrasi ini menjadi sarana untuk menyuarakan aspirasi publik.

"Amerika pernah melalui masa sulit sebelumnya. Kita pernah punya kebijakan buruk dan politisi yang buruk, tetapi kita selalu bisa bangkit dengan tetap bersatu," ujarnya, diberitakan CNN.

Ia menambahkan partisipasi masyarakat dalam aksi ini menunjukkan adanya harapan untuk perubahan.

Di Chicago, demonstrasi diikuti oleh berbagai kalangan usia dengan agenda mendengarkan pidato dan pertunjukan musik. Sejumlah peserta menyampaikan ketidakpuasan terhadap kebijakan pemerintah, termasuk terkait perang dan isu lainnya.

Aktor Robert De Niro juga menyatakan dukungannya terhadap gerakan tersebut. Ia menyebut aksi ini sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan yang dinilai merugikan.

"Saya mendukung gerakan ini 150 persen," kata De Niro.

Ia menyebut Trump sebagai ancaman terhadap kebebasan dan keamanan.

Aksi 'No Kings' menjadi salah satu demonstrasi terbesar dalam beberapa waktu terakhir di AS. Aksi ini mencerminkan meningkatnya ketegangan politik domestik di tengah berbagai kebijakan pemerintah yang menuai pro dan kontra.

(del/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi