Purbaya Buka Peluang Tambah Kuota Insentif 200 Ribu Kendaraan Listrik

1 hour ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap arahan Presiden Prabowo Subianto terkait dengan pemberian insentif untuk 200 ribu unit kendaraan listrik.

Purbaya mengatakan skema awal insentif tersebut menyasar 100 ribu mobil listrik dan 100 ribu motor listrik. Arahan Pabowo adalah agar bagaimana konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM) bisa dikurangi dengan beralih ke kendaraan listrik.

"Pada dasarnya petunjuk presiden adalah kita kurangi konsumsi BBM dan bergerak ke listrik," katanya ketika ditemui di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (6/5).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menilai langkah percepatan perlu segera dilakukan agar manfaat penghematan energi bisa dirasakan lebih cepat. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait rencana pemberian insentif kendaraan listrik ini.

Terkait anggaran yang dibutuhkan, Purbaya memastikan kebutuhan biaya sudah diperhitungkan. Bahkan, ia membuka peluang untuk menambah kuota insentif dari 200 ribu kendaraan.

"Sudah kita hitung, cukup. Kalau habis (kuota insentifnya), kita kasih lagi," ujar Purbaya.

Ia menyebut pelaksanaan program ini ditargetkan mulai Juni, meski masih menunggu persetujuan Prabowo karena skema kebijakan belum sepenuhnya final.

Dalam mengucurkan insentif, ia juga mempertimbangkan kapasitas produksi dalam negeri. Berdasarkan data yang diketahui Purbaya, kapasitas produksi mobil listrik domestik diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu unit per tahun, sedangkan motor listrik mencapai dua juta unit.

Menurut dia, program ini akan dijalankan secara bertahap dengan mekanisme penambahan kuota jika permintaan terus meningkat.

"100 ribu sampai habis. Kalau habis tambah lagi, kalau kurang tambah lagi. Jadi saya pengen lihat percepatan pergeseran mobil dari combustion ke EV sesuai dengan petunjuk pak presiden, termasuk motor," ujar Purbaya.

Rencana pengucuran insentif ini mendapat perhatian dari pengamat industri otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Agus Purwadi. Ia menilai skema insentif kendaraan listrik pada 2026 sebaiknya memberi kuota lebih besar untuk sepeda motor listrik daripada mobil listrik.

Menurut Agus, langkah itu akan lebih sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat sekaligus lebih tepat sasaran karena pengguna motor selama ini banyak berasal dari kalangan menengah bawah dan masih menggunakan BBM subsidi.

"Di tengah kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat bagus kalau jumlah kuantitas untuk motor yang selama ini banyak pengguna dari kalangan menengah bawah serta menggunakan BBM subsidi, lebih besar dari mobil yang relatif segmen penggunanya menengah-atas," kata Agus dalam satu telepon, Selasa (5/5) mengutip Antara.

Agus mengatakan kebijakan insentif perlu disusun secara lebih tersegmentasi agar manfaatnya tidak melebar dan tetap tepat guna. Porsi insentif untuk motor listrik yang lebih besar ia nilai lebih tepat, dibanding segmen mobil listrik yang cenderung menyasar segmen menengah-atas.

"Kalau untuk mobil 100 ribu juga perlu segmented supaya tepat sasaran dan jumlahnya bisa disesuaikan untuk bisa menambah porsi jumlah segmen motor," ujarnya.

Agus juga menilai kendaraan listrik yang sudah mulai dirakit di Indonesia layak mendapat fasilitas lebih besar. Menurut dia, kebijakan itu akan ikut mendorong aktivitas ekonomi di dalam negeri dan memperkuat industri domestik.

"Segmen yang sudah mulai dirakit di Indonesia lebih diberi fasilitas agar menggerakkan ekonomi domestik juga. jumlah porsi motor dibuat lebih besar dengan realokasi insentif dari porsi mobil yang cenderung untuk kebutuhan segmen menengah-atas," ujar Agus.

[Gambas:Youtube]

(dhz/pta)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi