Putri Eugenie Lepas Jabatan di Organisasi Amal Imbas Kasus Pangeran Andrew

3 hours ago 1

Jakarta -

Putri Eugenie memutuskan mundur dari jabatannya di organisasi amal anti-perbudakan setelah ayahnya, Pangeran Andrew, kembali terseret dalam skandal terkait Jeffrey Epstein.

Putri Eugenie, yang merupakan anak dari Pangeran Andrew dan Sarah Ferguson, sebelumnya menjabat sebagai pelindung organisasi Anti-Slavery International selama tujuh tahun.

Seperti dilaporkan media Observer dan Page Six pada Minggu (8/3), perempuan berusia 35 tahun itu memilih mundur dari perannya di organisasi yang dikenal sebagai salah satu lembaga hak asasi manusia tertua di dunia.

Dalam pernyataan resminya, organisasi tersebut mengucapkan terima kasih atas dukungan yang telah diberikan Putri Eugenie selama ini.


"Setelah tujuh tahun, dukungan untuk kami dari Yang Mulia Putri Eugenie dari York telah berakhir. Kami sangat berterima kasih kepada Putri atas dukungannya untuk Anti-Slavery International," kata organisasi tersebut dalam pernyataannya.

"Kami berharap beliau terus bekerja untuk mengakhiri perbudakan selamanya dan memberikan kebebasan bagi semua orang," lanjut pernyataan itu.

Keputusan Eugenie mundur muncul beberapa minggu setelah Pangeran Andrew ditangkap saat merayakan ulang tahunnya yang ke-66 bulan lalu. Penangkapan tersebut berkaitan dengan hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

Masalah hukum Andrew juga semakin rumit. Selain skandal pelecehan yang sebelumnya mencuat, ia kini menghadapi dakwaan baru terkait dugaan pelanggaran jabatan publik.

Andrew dituduh membocorkan dokumen perdagangan rahasia Inggris kepada Epstein saat masih menjabat sebagai utusan perdagangan resmi. Jika terbukti bersalah, ia berpotensi menghadapi hukuman penjara seumur hidup.

Hubungan Andrew dengan Epstein diketahui bermula melalui perantara Ghislaine Maxwell. Meskipun Epstein telah terdaftar sebagai pelaku pelanggaran seksual sejak 2008, Andrew tetap menjalin hubungan dekat dan bahkan mengunjungi sejumlah properti milik miliarder tersebut.

Masalah bagi Andrew mulai memuncak pada 2019, ketika foto dirinya bersama seorang korban di bawah umur menjadi viral setelah kematian Epstein.

Situasi semakin memburuk ketika Ratu Elizabeth II mencabut gelar militer serta perlindungan kerajaan milik Andrew pada 2022.

Sorotan terhadap kasus ini kembali menguat setelah pemerintah Amerika Serikat merilis dokumen rahasia terkait penyelidikan Epstein pada awal tahun ini.

(yoa/and)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi