Rano Karno: Jakarta Serius Jadi Kota Sinema

8 hours ago 4

CNN Indonesia

Kamis, 02 Apr 2026 19:44 WIB

Menurut Rano Karno, Jakarta bisa mewujudkan cita-cita yang belum ada di Indonesia itu karena didukung berbagai hal. Menurut Rano Karno, Jakarta bisa mewujudkan cita-cita yang belum ada di Indonesia itu karena didukung berbagai hal. (CNN Indonesia/Kayla Nabima)

Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno menegaskan Pemprov DKI serius menjadikan Jakarta sebagai kota sinema meski ada yang meragukan cita-cita tersebut.

Menurut Rano, Jakarta bisa mewujudkan cita-cita yang belum ada di Indonesia itu karena didukung berbagai hal, termasuk dalam aspek keuangan atau fiskal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jakarta serius. Walaupun mungkin di antara teman-teman film meragukan saya. Kami ingin membuat Jakarta Film Commision dan saya ingin sekali menjadikan Jakarta menjadi kota sinema," kata Rano seperti diberitakan Antara, Kamis (2/4).

"Dulu, ada kebijakan Jakarta mengembalikan pajak tontonan kepada produser agar produksi film banyak," lanjutnya.

"Dari mulai tahun 2025 sampai sekarang, kami masih pegang kira-kira Rp84 miliar. Makanya, kemarin produser saya kumpulkan. Ingin kami kembalikan kepada produser, untuk produksi," kata dia.

Film Commission sebuah daerah merupakan lembaga nirlaba atau pemerintah yang biasanya mempromosikan wilayahnya sebagai destinasi syuting dan menyediakan dukungan bagi pelaku atau produsen film serta televisi.

Hal ini karena produksi pembuatan film akan memiliki dampak ekonomi pada daerah tersebut, mulai dari penyewaan hotel dan penginapan untuk kru dan pemeran, bisnis katering dan transportasi, hingga perekrutan kru lokal.

Film Commission ini menjadi lembaga yang lumrah terjadi di berbagai daerah di dunia yang ikut menjadikan film dan sinema sebagai tambahan pemasukan daerahnya, seperti di Los Angeles, Georgia, dan Toronto.

Selama ini Jakarta sudah punya Jakarta Film Commission yang berada di bawah bentukan Komite Film Dewan Kesenian Jakarta pada 2022 karena cita-cita Jakarta masuk Top 20 Global Cities.

Rano kemudian berkaca pada pengalamannya sebagai aktor dan produser yang membiayai produksi sinema, baik untuk layar lebar maupun layar kaca. Ia mengatakan perbankan cenderung tidak ingin memberikan pembiayaan terhadap film karena dianggap risikonya terlalu besar.

Hal itu yang kemudian ia sampaikan kepada Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta. Dia meyakinkan pihak BI DKI bahwa film Indonesia sudah menjadi tuan rumah sendiri.

Keyakinan itu juga dipertegas dengan data pada 2024 bahwa jumlah penonton film di Indonesia sudah mencapai 122 juta orang, dengan 85 persen adalah penonton film lokal.

Rano kemudian menyebut bahwa BI DKI juga sependapat bahwa perfilman termasuk dalam subsektor ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber perekonomian baru khususnya di Jakarta.

Maka dari itu, diberitakan Antara, Jakarta Youth Film Festival pun digagas. Acara ini merupakan wujud sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekosistem perfilman, khususnya dengan melibatkan generasi muda sebagai pelaku utama.

Jakarta Youth Film Festival 2026 ditargetkan menjadi ruang kreatif generasi muda untuk berproses dalam ekosistem perfilman.

Selain itu juga sebagai wadah aktualisasi talenta muda Jakarta yang sejalan dengan pengembangan ekonomi kreatif sebagai salah satu sumber pertumbuhan baru perekonomian DKI Jakarta.

Rano meyakini dalam waktu dua tahun, kegiatan tersebut bisa diikuti orang-orang dari mancanegara.

(antara/end)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi