Retno Listyarti
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Perdebatan soal prioritas anggaran kembali mencuat seiring pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Pemerhati pendidikan dan anak, Retno Listyarti, turut angkat suara dengan menyoroti arah kebijakan yang dianggap perlu ditinjau ulang.
Ia mempertanyakan apakah program tersebut sudah selaras dengan kebutuhan mendasar masyarakat, khususnya dalam sektor pendidikan.
Pertanyakan Prioritas Negara
Retno secara terbuka mempertanyakan fokus kebijakan pemerintah saat ini.
"Yang dibutuhkan negara kita itu makan gratis atau pendidikan gratis?," ujar Retno dikutip fajar.co.id, Minggu (12/4/2026).
Ia menyinggung besarnya anggaran yang digelontorkan untuk program MBG.
"Karena makan gratis juga menyedot triliunan dan tidak amanat konstitusi untuk makan gratis," ucapnya.
Soroti Peran Orang Tua
Dikatakan Retno, pemenuhan kebutuhan makan seharusnya tetap menjadi tanggung jawab keluarga, dengan dukungan negara melalui penyediaan lapangan kerja.
"Biarlah makan gratis itu diurus orangtua, untuk orangtua bisa makanin yang benar bergizi, kasih pekerjaan orangtuanya itu ya g harus dibangun," tukasnya.
Tekankan Pendidikan sebagai Hak Dasar
Retno menegaskan bahwa pendidikan merupakan hak dasar yang secara jelas diatur dalam konstitusi.
"Jadi, yang kedua adalah kalau soal makan biar urusan orangtua dan orang tua dikasih pekerjaan, maka urusan pendidikan hak asasi dasar, yang harus dipenuhi negara, konstitusi, bukan cuma undang-undang," imbuhnya.
Ia menambahkan bahwa negara memiliki kewajiban penuh dalam pembiayaan pendidikan dasar hingga menengah.














































