Review ASUS ROG Keris II Origin: Mouse Gaming Ergonomis dan Super Ringan

2 hours ago 2

Mouse menjadi periferal yang pokok untuk para PC Gamer dan orang yang menggunakan PC untuk bekerja sekalipun. Nah, terdapat beberapa pilihan mouse di pasaran, mulai dari mainstream hingga premium. ASUS ROG Keris II Origin hadir untuk memberikan pilihan pada jajaran mouse premium. Bahkan, yang mereka jual adalah kenyamanan dan sisi ergonomisnya.

Mengingat, ergonomis dan gaming biasanya menjadi hal yang bertentangan. Biasanya, brand ingin memberikan desain yang agresif, tetapi berbeda dengan ASUS. Mereka ingin menghadirkan kesan ergo dan juga kenyamanan. Bahkan, ASUS juga melihat kalau mouse yang nyaman bisa meningkatkan performa dalam bermain game.

Kami mendapatkan kesempatan dalam menjajal langsung mouse ASUS ROG Keris II Origin, dan kami menggunakannya kurang lebih satu bulan. Maka dari itu, berikut adalah review yang kami lakukan terkait mouse premium ini.

Baca Juga: Review Mouse ASUS ROG STRIX Impact III Wireless: Mouse Ringan untuk Performa Gaming Profesional

Desain

ASUS ROG Keris II OriginMouse ASUS ROG Keris II Origin bersama dengan keyboard ASUS ROG Falchion Ace 75 HE (Gizmologi/Louis)

Masuk dari segi desain, sudah dikatakan bahwa ASUS ingin mengejar kesan ergonomis. Mka dari itu, yang saya rasakan emmang ASUS ROG Keris II Origini ini menjadi salah satu mouse paling nyaman. Selain dari bermain game, biasanya saya menggunakan laptop ini untuk mendukung pekerjaan sehari-hari.

Kalau dari bobot sendiri, ASUS ROG Keris II Origin memiliki bobot yang hanya 65 gram saja. Angka tersebut menyebutkan bahwa ini merupakan salah satu mouse paling ringan di pasar periferal premium. ASUS juga mengklaim bahwa bentuk dari mouse ini sudah disesuaikan dengan sebagian besar grip style para gamer dan pengguna.

Maka dari itu, jika kamu memiliki grip style seperti All Palm hingga Claw bisa dikatakan masih cukup nyaman untuk menggunakan mouse ini. Kita juga mengetahui, banyak gamer profesional yang mengadopsi berbagai grip style yang berbeda, sehingga ASUS ingin menciptakan mouse yang cukup all-rounder bagi setiap kalangan.

ASUS ROG Keris II Origin(Gizmologi/Louis)
(Gizmologi/Louis)
(Gizmologi/Louis)
ASUS ROG Keris II Origin(Gizmologi/Louis)

Sudah berbicara terkait bobotnya, kini berbicara dimensi. ASUS ROG Keris II Origini memiliki dimensi 121mm x 67mm x 42mm. Dari angka tersebut bisa disimpulkan ini merupakan mouse dengan ukuran Medium. Bukan merupakan mouse mungli atau mouse yang bongsor layaknya ROG Chakram, sehingga sudah masuk ke kategori mouse all-round-size.

Warna yang kami jajal dari ASUS ROG Keris II Origin adalah warna hitam, hanya saja ASUS juga menyediakan warna Moonlight White (ini adalah personal favorite saya). Warna hitam yang diberikan masih tergolong cukup relativ, sehinga mudah bagi para pengguna untuk mix-and-match dengan setup meja kerja atau meja gaming.

Permukaan tombol utama menggunakan material PBT yang memberikan tekstur cukup kesat sehingga terasa stabil ketika digunakan dalam waktu lama. Sementara itu, bagian bawahnya menggunakan 100 persen PTFE feet yang membuat pergerakan mouse di atas mouse pad terasa mulus dan minim hambatan.

ASUS juga memberikan perhatian pada bagian tombol dan kustomisasi. Tombol samping memiliki ukuran yang cukup pas dan ditempatkan dekat dengan posisi ibu jari, meskipun karakter kliknya terasa sedikit lebih firm. Menariknya, Keris II Origin sudah menggunakan soket switch yang dapat di-hot-swap, sehingga pengguna bisa mengganti switch tanpa harus melakukan solder. Fitur ini bukan hanya berguna untuk memperpanjang usia mouse, tetapi juga memungkinkan pengguna menyesuaikan tingkat kekakuan dan karakter klik sesuai preferensi masing-masing.

Konektivitas dan Baterai

ASUS ROG Keris II Origin(Gizmologi/Louis)

Berbicara tentang konektivitas, saya cukup kagum dengan konektivitas yang diberikan oleh ASUS ROG Keris II Origin. Mereka memberikan pengguna pilihan yang beragam, mulai menggunakan dongle dari ROG Wireless receiver, hingga menggunakan Bluetooth, serta kabel. Biasanya, ketika kamu menggunakan kabel akan mengisi baterai dari mouse, dan masih bisa kamu gunakan ketika kamu mengisi daya mouse, dan letaknya ada di depan dan tidak akan mengganggu kenyamanan.

Berbeda dari ASUS ROG Strix Impact III Wireless yang masih menggunakan baterai AAA, ASUS ROG Keris II Origin sudah menggunakan baterai built-in, sehingga kamu tidak perlu untuk mencari baterai eksternal, dan inilah salah satu cara ASUS tidak menyusahkan pengguna hanya karena untuk mencari baterai.

Untuk urusan daya tahan baterai, ROG Keris II Origin menawarkan durasi yang cukup panjang untuk sebuah gaming mouse wireless. Dalam mode Bluetooth, mouse ini diklaim mampu bertahan hingga 192 jam ketika pencahayaan RGB dimatikan. Sementara jika menggunakan pencahayaan bawaan dengan tingkat polling rate 1000 Hz, daya tahannya berada di angka hingga 91 jam. Mouse ini sendiri dibekali baterai internal berkapasitas 370 mAh dengan tegangan 3,7V.

Jika menggunakan koneksi 2.4 GHz RF, daya tahan baterainya memang sedikit lebih pendek. Dengan RGB dimatikan, ROG Keris II Origin dapat digunakan hingga 127 jam, sedangkan dengan pencahayaan bawaan menyala pada polling rate 1000 Hz, angkanya turun menjadi sekitar 82 jam. Perbedaan ini cukup wajar mengingat koneksi 2.4 GHz umumnya membutuhkan konsumsi daya lebih tinggi dibandingkan Bluetooth, terutama ketika mouse digunakan pada polling rate tinggi.

Dalam penggunaan sehari-hari, daya tahan baterai ROG Keris II Origin berada di kisaran 5 hingga 14 hari dalam sekali pengisian, tergantung intensitas pemakaian. Pengaturan RGB dan polling rate juga menjadi faktor yang cukup berpengaruh terhadap konsumsi daya. Artinya, pengguna yang lebih mengutamakan durasi penggunaan dapat mematikan RGB dan menyesuaikan polling rate, sementara gamer yang mengejar responsivitas maksimal masih bisa mengandalkan mode 2.4 GHz tanpa harus terlalu sering mengisi ulang baterai.

Fitur

(Gizmologi/Louis)
(Gizmologi/Louis)
(Gizmologi/Louis)
(Gizmologi/Louis)

ASUS ROG Keris II Origin membawa sejumlah spesifikasi yang memang ditujukan untuk kebutuhan gaming kompetitif. Mouse ini menggunakan sensor optik ROG AimPoint Pro dengan sensitivitas hingga 42.000 DPI, lengkap dengan kemampuan track-on-glass. Untuk konektivitas, Keris II Origin mendukung tiga mode, yakni wireless 2.4 GHz melalui ROG SpeedNova, Bluetooth, dan koneksi wired menggunakan USB. ASUS juga menyediakan dukungan ROG Polling Rate Booster yang memungkinkan polling rate mencapai 8.000 Hz, meski fitur tersebut membutuhkan aksesori tambahan.

Di bagian switch, Keris II Origin menggunakan ROG Micro Switch II yang dipasangkan dengan ROG Push-Fit Switch Socket II. Sistem ini memungkinkan pengguna mengganti switch secara langsung tanpa perlu solder, sehingga karakter klik dapat disesuaikan sekaligus mempermudah penggantian switch ketika sudah mengalami penurunan performa. Dari sisi fisik, mouse ini memiliki bobot sekitar 65 gram dengan tombol utama berbahan PBT, ROG Paracord, serta kaki mouse berbahan 100 persen PTFE untuk mendukung pergerakan yang lebih ringan dan mulus.

Untuk personalisasi, ASUS membekali Keris II Origin dengan pencahayaan RGB tiga zona yang dapat dikustomisasi secara terpisah. ASUS juga menyediakan dukungan untuk grip tape dengan desain pre-cut, sehingga pengguna tidak perlu memotong material sendiri ketika ingin menambah grip pada permukaan mouse. Keris II Origin tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu Black dan Moonlight White, memberikan opsi bagi pengguna yang ingin menyesuaikan tampilannya dengan setup masing-masing.

Untuk urusan kustomisasi, ASUS ROG Keris II Origin mengandalkan Armoury Crate dan Gear Link sebagai pusat pengaturan perangkat. Gear Link sendiri berfungsi sebagai panel konfigurasi khusus yang bisa diakses melalui browser, sehingga pengguna dapat mengatur berbagai aspek mouse tanpa harus selalu membuka aplikasi Armoury Crate. Di dalamnya, pengguna bisa melakukan remapping tombol, mengatur fungsi multimedia maupun shortcut Windows, membuat macro, hingga menetapkan fungsi seperti mute microphone, Copilot, dan menjalankan teks tertentu melalui tombol mouse.

Selain pengaturan tombol, Gear Link juga menyediakan sejumlah opsi yang berkaitan dengan personalisasi dan operasional Keris II Origin. Pengguna dapat mengatur pencahayaan RGB pada logo ROG, scroll wheel, serta bagian samping mouse, melakukan kalibrasi sensor, mengatur opsi daya dan baterai, serta melakukan pembaruan firmware. Dengan kombinasi tersebut, konfigurasi Keris II Origin terasa cukup fleksibel, terutama bagi pengguna yang ingin menyesuaikan fungsi setiap tombol berdasarkan kebutuhan gaming maupun produktivitas.

Sementara itu, Armoury Crate tetap diperlukan untuk sejumlah fitur yang berkaitan dengan ekosistem ASUS ROG. Beberapa di antaranya adalah Scenario Profiles, Aura Sync, Windows Dynamic Lighting, serta fitur terkait registrasi perangkat dan layanan ROG lainnya. Dengan kata lain, Gear Link lebih berfokus pada konfigurasi langsung Keris II Origin, sedangkan Armoury Crate berperan sebagai pusat pengelolaan perangkat dan integrasi dengan ekosistem ASUS. Pembagian fungsi ini membuat Gear Link terasa lebih praktis untuk sekadar mengubah pengaturan mouse, meski pengguna tetap membutuhkan Armoury Crate jika ingin memanfaatkan fitur ekosistem ROG secara lebih luas.

Kesimpulan

ASUS ROG Keris II Origin(Gizmologi/Louis)

ASUS ROG Keris II Origin pada akhirnya berhasil menunjukkan bahwa mouse gaming tidak harus selalu mengandalkan desain agresif untuk memberikan pengalaman yang optimal. Dengan bobot 65 gram, bentuk yang ergonomis, serta dukungan berbagai grip style, mouse ini terasa nyaman digunakan baik untuk gaming maupun pekerjaan sehari-hari. Ditambah konektivitas tiga mode, baterai yang mampu bertahan berhari-hari, sensor ROG AimPoint Pro hingga 42.000 DPI, serta dukungan polling rate hingga 8.000 Hz, Keris II Origin menawarkan spesifikasi yang memang menyasar pengguna yang menginginkan performa tinggi tanpa mengorbankan kenyamanan. Sistem switch hot-swap dan opsi kustomisasi melalui Gear Link serta Armoury Crate juga menjadi nilai tambah yang membuatnya fleksibel untuk berbagai kebutuhan.

Namun, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilihnya. Bobot 65 gram memang masih tergolong ringan, tetapi sudah bukan yang paling ringan di kelas gaming mouse premium. Scroll wheel dan side button juga terasa cukup firm, sementara tombol DPI yang ditempatkan di bagian bawah mouse kurang praktis bagi pengguna yang sering mengganti sensitivitas. Yang paling penting, kemampuan polling rate hingga 8.000 Hz membutuhkan ROG Polling Rate Booster yang dijual terpisah, sehingga pengguna perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk memanfaatkan kemampuan maksimalnya. Dengan berbagai fitur tersebut, Keris II Origin tetap menjadi pilihan menarik bagi gamer yang mengutamakan ergonomi, performa, dan fleksibilitas, tetapi pengguna dengan kebutuhan lebih sederhana mungkin akan menemukan opsi lain yang menawarkan value lebih masuk akal.

Spesifikasi ASUS ROG Keris II Origin

ASUS ROG Keris II Origin
ModelASUS ROG Keris II Origin
ConnectivityUSB 2.0 (TypeC to TypeA)
Bluetooth 5.1
RF 2.4GHz
Lighting
ROG Logo
Scroll wheel
Side markings
Cable2-meter ROG Paracord
OS
Windows® 10
Windows® 11
Software
Armoury Crate / Gear Link
Dimmensions121(L)x67(w)x42(H) mm
ColorBlack/Moonlight White
PriceRp2.559.000

Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id

Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi