Gaming dengan PC atau laptop bisa menjadi salah satu kegiatan yang tidak akan luput dengan gamer modern di era sekarang. Apalagi ASUS ROG sudah memberikan kontribusi yang cukup besar di pasar gaming dunia. Salah satunya lewat ASUS ASUS ROG NUC (2025) sebagai gaming mini PC yang semakin menjadi tren di kalangan gamer.
Selain dari bentuknya yang ringkas, ASUS ROG NUC (2025) sendiri memiliki performa kelas premium. Mulai dari penggunaan Intel Core Ultra 9 275HX, dan juga NVIDIA GeForce RTX 5080 yang memang secara khusus dirancang untuk bermain game kelas hardcore sekalipun. Lewat performanya yang tergolong buas, tidak menutup kemungkinan bila mini PC ASUS satu ini juga pas untuk skenario lain seperti editing kelas berat.
Nah, kami mendapatkan kesempatan untuk mengulik sekaligus menjajal ASUS ROG NUC (2025) lebih mendalam. Maka dari itu, berikut review yang kami lakukan terkait gaming mini PC dengan spesifikasi ‘rata kanan’ ini.
Desain & Konektivitas

Dari segi desain, seperti yang sudah dikatakan memang memiliki desain yang ringkas. Mengingat, salah satu poin penting hadirnya Mini PC adalah untuk membuat PC yang ringkas dan tidak memakan banyak tempat dalam setup meja. Dimensi dari ASUS ROG GR70 ini adalah 282.4 x 187.7 x 56.6mm, sehingga kamu masih memiliki space yang banyak di meja atau setup alias tidak begitu memakan ruang.
Bobot dari ASUS ROG NUC (2025) juga dikatakan cukup ringan, yakni hanya 2.75kg, sehingga ketika kamu ingin berpindah posisi bekerja atau bermain game, akan sangat mudah untuk dipindahkan. Tampilannya juga khas produk ASUS ROG dengan kombinasi warna dominan hitam dengan aksen merah. Dan poin plus lainnya pada segi desain ASUS ROG NUC (2025), ada pada sertifikasi MIL-STD-810H. Memberi rasa aman ekstra bila tidak sengaja terjatuh, misalnya.




Kemudian, dari segi antarmuka fisik atau I/O, NUC ini cukup lengkap. Pada bagian depan kamu bisa melihat adanya 2 port USB 3.2 Gen 2 Type-A yang biasanya dimanfaatkan untuk periferal wired. Kemudian, adanya 1 port USB 3.2 Gen 2 Type-C dengan daya 5V, akan sangat bermanfaat untuk mengisi daya mouse hingga speaker.
Dari segi konektivitas audio, ASUS sudah menyediakan audio jack 3.5mm, sehingga bisa kamu manfaatkan untuk menghubungkan headphone gaming yang masih memanfaatkan kabel. Serta, mereka juga menyediakan power button, LED Light Bar, serta ROG ARGB LED Panel untuk mempercantik desain.
Pada bagian belakang, ASUS ROG NUC (2025) ini menyediakan 1 USB 4.0 Type-C sebanyak satu port saja, dan ini sudah mendukung DisplayPort 1.4, daya 5V, serta kecepatan transfer hingga 400Gbps. Mereka juga sudah menyediakan 4 port USB 3.2 Gen 2 Type-C yang memiliki fungsi yang sama.
Opsi konektivitas lainnya mencakup 2 Port DisplayPort 2.1, serta 2.5G RJ45 LAN, dan didukung Kensington Lock Slot. Dan untuk para heavy user yang mungkin membutuhkan sistem kerja kompleks dengan banyak layar, ASUS ROG GR70 mendukung penggunaan hingga lima layar 4K secara simultan, dan mendukung kamu untuk melakukan multitasking dengan intensitas tinggi.
Melihat dari segi desain, ASUS ROG NUC (2025) menampilkan desain yang apik untuk memperlihatkan kesan yang agresif. Kemudian, desain yang ringkas ini juga bisa membuat meja lebih minimalis, tetapi tetap memberikan performa tinggi dan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan gaming maupun kebutuhan editing kelas berat.
Performa


Secara performa, ini menjadi hal yang sangat dijual. Memiliki PC dengan performa premium seperti ASUS ROG NUC (2025) memang menjadi banyak impian gamer yang hobi dengan setup minimalis. Menarik kembali spesifikasi yang digunakan adalah Intel Core Ultra 9 275HX dan juga GeForce RTX 5080 memang menampilkan jeroan kelas atas.
Kemudian, storage yang dihadirkan juga sangat besar, yakni 1TB M.2 NVMe PCIe 4.0, dan juga 32GB RAM DDR5, sehingga mudah dalam mengangkat game dengan kualitas AAA atau bahkan sekelas game kompetitif.
Kami pribadi menjajal performa ASUS ROG NUC (2025) untuk bermain game AAA seperti FarCry 6, game kompetitif seperti Apex Legends, dan yang kami rasakan adalah kami bermain dengan kesan yang effortless, dan tidak perlu mengkhawatirkan FPS Drop, dan itu sangat membantu ketika bermain game.
Selain itu, kami juga menguji dengan beberapa software benchmark seperti 3DMark dan juga PCMark. Nah, untuk pengujian dari 3DMark kami menggunakan Time Spy untuk pengujian secara real time dan setara dengan game AAA modern, dan juga PCMark yang membuat situasi seperti sedang bekerja secara daily. Kemudian, tidak lupa kami menggunakan Cinebench R23 untuk melihat kemampuan rendering dari ASUS ROG NUC (2025).

Dari sisi termal, perangkat juga memiliki batas pendinginan yang cukup agresif. ASUS ROG GR70 membawa teknologi ROG QuietFlow cooling dengan tiga kipas individu. Saat menjalankan beban all-core berat seperti rendering video, temperatur CPU dapat dengan cepat mencapai 100°C dan berujung pada throttling performa.
Selain itu, tingkat kebisingan meningkat cukup signifikan ketika perangkat bekerja dalam mode Turbo. Dalam penggunaan ringan maupun gaming standar, kipas masih tergolong senyap, tetapi suaranya bisa menjadi sangat keras ketika seluruh performanya dipacu. Kekurangan lainnya adalah penggunaan power adapter eksternal 330W yang berukuran cukup besar dan berat. Adaptor ini memang membantu menjaga ukuran bodi PC tetap ringkas, tetapi pengguna perlu menyediakan ruang tambahan di atas atau bawah meja untuk menyimpannya.
Kesimpulan
ASUS ROG NUC (2025) pada akhirnya menjadi salah satu opsi menarik bagi pengguna yang menginginkan gaming PC dengan performa tinggi, tetapi tidak ingin memenuhi meja dengan casing berukuran besar. Kombinasi Intel Core Ultra 9 275HX, GeForce RTX 5080, RAM 32GB, dan storage 1TB membuat perangkat ini mampu menangani game AAA maupun kebutuhan produktivitas berat dengan cukup mudah.
Ukurannya yang ringkas juga menjadi nilai jual utama, terlebih dengan pilihan konektivitas yang lengkap dan dukungan hingga lima layar secara simultan. Dari pengalaman penggunaan kami, performa gaming yang ditawarkan memang terasa effortless, sehingga ASUS ROG NUC (2025) cukup ideal bagi gamer yang mengutamakan setup minimalis tanpa ingin berkompromi terlalu jauh dengan performa.
Namun, konsep mini PC dengan spesifikasi kelas atas juga datang dengan beberapa kompromi. Temperatur CPU yang dapat mencapai 100°C saat beban berat, suara kipas yang cukup bising ketika mode Turbo digunakan, serta power adapter 330W yang berukuran besar menjadi beberapa hal yang perlu diperhatikan. Belum lagi harga yang tergolong premium untuk sebuah PC berukuran mini.
Jadi, ASUS ROG NUC (2025) memang bukan perangkat untuk semua orang. Akan tetapi, bagi pengguna yang memiliki budget lebih dan memang mencari kombinasi antara performa tinggi, desain ringkas, serta setup meja yang lebih minimalis, ASUS ROG NUC (2025) menawarkan paket yang cukup menarik dan sulit diabaikan.
Spesifikasi ASUS ROG NUC (2025)

General
| Device Type | Mini PC |
| Model / Series | ASUS ROG NUC 15JNK |
| Released | 20 Juni, 2025 |
| Status | Available |
| Price | Rp70.000.000 |
Platform
| Processor | Intel Core Ultra 9 275HX |
| VGA (Graphic Card) | NVIDIA® GeForce RTX™ 5070 Laptop GPU |
| RAM (Memory) | 16GB DDR5-6400 CSO-DIMM x 2 |
| Storage | 1TB M.2 2280 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD |
| Operating System | Windows 11 Home |
Body
| Dimensions | 282.4mm x 187.7mm x 56.5mm | 3.12 KG |
| Display | - |
| Battery | - |
Connectivity
| Webcam | - |
| Bluetooth | Bluetooth® 5.4 |
| Wi-fi | Intel® Wi-Fi 7 BE200 |
| NFC | |
| I/O Interface |
Front Side: 2 x USB 3.2 Gen2 Type-A 1 x USB 3.2 Gen2 Type-C 1x 3.5mm Combo Audio Jack
Back Side: |
Other
| Audio | - |
| Features |
ROG Q-Latch mechanism |
Eksplorasi konten lain dari Gizmologi.id
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













































