Jakarta, CNN Indonesia --
Laga Elite Pro Academy (EPA) U-20 antara Bhayangkara FC dan Dewa United di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4), berakhir ricuh dan menyisakan rentetan insiden kekerasan yang menghebohkan.
Pertandingan yang tuntas dengan skor 2-1 untuk kemenangan Dewa United itu semula berjalan kompetitif. Dua gol Dewa United dicetak Kelvin Hairulis dan Abu Thalib, sementara Bhayangkara hanya mampu membalas melalui Aqilah Aljundi.
Ketegangan dimulai pada menit ke-81 ketika wasit mengesahkan gol kedua Dewa United. Kubu Bhayangkara memprotes keputusan itu karena menilai posisi pemain berada dalam offside, namun wasit tidak mengubah keputusannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semenit berselang, pada menit ke-82, terjadi pelanggaran yang memicu gesekan antarpemain. Manajer Bhayangkara U-20, Yongky Pandu Pamungkas, menyebut ada provokasi dari pemain Dewa United yang memicu adu mulut, hingga berlanjut ke dugaan pemukulan terhadap pemain Bhayangkara.
Dari rekaman video yang beredar, terlihat pemain Dewa United U-20 lebih dulu melakukan tendangan kungfu ke arah pemain Bhayangkara. Aksi itu menjadi titik awal bentrokan yang melibatkan banyak pemain dari kedua tim di sekitar lingkaran tengah lapangan.
Melihat video yang diterima CNN Indonesia.com, pemain bernomor punggung 107, yakni Reyvan Rezki melakukan tendangan ke salah satu pemain Dewa United U-20.
Di tengah kekacauan tersebut, baru kemudian pemain Bhayangkara U-20, Fadly Alberto Hengga, berlari kencang dan melancarkan tendangan kungfu ke arah punggung pemain Dewa United, Rakha Nurkholis, hingga korban terjatuh dan mengalami dislokasi bahu.
Berdasarkan laporan, sebelum menyerang Rakha, Fadly sempat menghampiri bangku cadangan Dewa United dan lebih dulu menendang Mohamad Ridwan.
Yongky mengungkapkan bahwa aksi tendangan kungfu Fadly Alberto dipicu dugaan ucapan rasial yang diarahkan ke sang pemain.
"Ada pengakuan dari pemain terkait dugaan ucapan rasis yang memancing emosi," ungkap Yongky di Semarang, Senin (20/4), seperti dilansir dari Detik.
Fadly sendiri telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka melalui media sosial pada Senin (20/4). Ia secara khusus meminta maaf kepada Rakha Nurkholis, tim Dewa United, manajemen Bhayangkara FC, serta Timnas Indonesia karena merasa telah mencoreng nama baik skuad Garuda.
(afr/jal)
Add
as a preferred source on Google

5 hours ago
1

















































