Rudiantara Gabung Erajaya, Bawa Pengalaman 30 Tahun Telekomunikasi

3 hours ago 1

Selular.ID – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) resmi mengangkat Rudiantara sebagai Komisaris Independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 Juni 2026.

Penunjukan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) tersebut menggantikan Lim Bing Tjay, yang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Komisaris Independen.

Dengan masuknya Rudiantara ke jajaran Dewan Komisaris, Erajaya memperkuat struktur pengawasan perusahaan yang selama ini bergerak di bidang distribusi dan ritel perangkat telekomunikasi, elektronik konsumen, serta solusi digital di Indonesia.

Perseroan menyampaikan perubahan susunan Dewan Komisaris telah mendapat persetujuan pemegang saham sesuai ketentuan yang berlaku.

Penambahan Rudiantara diharapkan memperkuat fungsi pengawasan sekaligus menghadirkan pengalaman panjang di sektor telekomunikasi, transformasi digital, dan kebijakan teknologi informasi.

Masuknya Rudiantara ke Erajaya bukan tanpa alasan. Selama lebih dari tiga dekade, ia dikenal sebagai salah satu tokoh yang memiliki rekam jejak kuat dalam industri telekomunikasi Indonesia, baik di sektor korporasi maupun pemerintahan.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Karir Rudiantara

Karier profesional Rudiantara dimulai setelah menyelesaikan pendidikan teknik elektro di Universitas Padjadjaran.

Ia kemudian menempuh pendidikan pascasarjana di bidang administrasi bisnis di Arizona State University, Amerika Serikat.

Bekal tersebut menjadi fondasi ketika memasuki industri telekomunikasi yang pada saat itu tengah berkembang pesat di Indonesia.

Pada awal kariernya, Rudiantara pernah menduduki berbagai posisi strategis di sejumlah perusahaan telekomunikasi nasional.

Namanya mulai dikenal luas ketika bergabung dengan PT Indosat Tbk, di mana ia dipercaya menangani berbagai fungsi bisnis dan transformasi perusahaan.

Kariernya terus berkembang setelah bergabung dengan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. Di perusahaan telekomunikasi milik negara tersebut, Rudiantara dipercaya sebagai Direktur Utama PT TelkomMetra dan kemudian menjabat Direktur Enterprise & Wholesale PT Telkom Indonesia.

Dalam posisi tersebut, ia berperan dalam pengembangan layanan bisnis digital dan solusi telekomunikasi untuk pelanggan korporasi.

Pengalaman panjang di industri telekomunikasi membawanya dipercaya Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika pada Kabinet Kerja periode 2014–2019.

Selama menjabat, Rudiantara dikenal mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital nasional, termasuk penyelesaian proyek Palapa Ring, perluasan akses internet di berbagai wilayah Indonesia, serta penguatan ekosistem ekonomi digital.

Pada masa kepemimpinannya, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga mulai mempersiapkan implementasi jaringan 5G, mempercepat proses digitalisasi layanan publik, serta memperkuat regulasi terkait penyelenggaraan sistem elektronik dan perlindungan ruang digital.

Ia juga aktif mendorong pertumbuhan startup nasional melalui berbagai program kolaborasi antara pemerintah dan industri.

Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai menteri pada 2019, Rudiantara tetap aktif di sektor teknologi dan ekonomi digital.

Ia dipercaya mengisi berbagai posisi strategis sebagai komisaris, penasihat, maupun anggota dewan pada sejumlah perusahaan teknologi dan institusi yang bergerak di bidang transformasi digital, telekomunikasi, serta inovasi.

Babak Baru Perluas portofolio ke perangkat IoT

Pengalaman tersebut dinilai relevan dengan arah bisnis Erajaya yang dalam beberapa tahun terakhir tidak hanya berfokus pada distribusi smartphone, tetapi juga memperluas portofolio ke perangkat Internet of Things (IoT), produk gaya hidup, elektronik konsumen, operator virtual, layanan digital, hingga ritel omnichannel.

Sebagai salah satu emiten teknologi dan ritel terbesar di Indonesia, Erajaya terus melakukan diversifikasi bisnis seiring meningkatnya permintaan perangkat digital dan layanan teknologi.

Perseroan juga memperluas kerja sama dengan berbagai merek global, termasuk Apple, Samsung, Oppo, Vivo, Xiaomi, Huawei, DJI, Garmin, dan sejumlah produsen elektronik lainnya.

Penunjukan Rudiantara sebagai Komisaris Independen menambah daftar tokoh industri telekomunikasi yang bergabung dengan perusahaan teknologi nasional.

Baca Juga:Rudiantara Ungkap Risiko Besar di Balik Ledakan AI

Dengan pengalaman di sektor operator telekomunikasi, regulator, hingga transformasi digital nasional, kehadirannya diharapkan memperkuat tata kelola perusahaan serta mendukung strategi Erajaya dalam menghadapi perkembangan industri perangkat digital dan ekosistem teknologi di Indonesia.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi