Jakarta -
Di balik senyum panggung yang selalu terlihat kuat, ada luka yang tak banyak terlihat. Rossa, diva yang sudah lebih dari tiga dekade berkarya, kini harus menghadapi tekanan mental akibat gelombang fitnah yang menyerangnya di media sosial.
Bukan sekadar gosip biasa, narasi yang menyebut dirinya gagal operasi plastik menyebar luas dan terus bermunculan. Situasi ini membuat kondisi psikisnya terganggu, terlebih karena serangan datang tanpa henti di ruang yang sangat personal: media sosial.
Juru Bicara sekaligus Penasihat Hukum tim manajemen Rossa, M. Ikhsan Tualeka, mengungkapkan bahwa dampak yang dirasakan sang penyanyi tidak bisa dianggap remeh.
"Beliau terganggu secara psikis karena namanya manusia. Kita semualah, apalagi beliau yang telah membangun karier lebih dari 30 tahun kemudian orang menyampaikan berita bohong atau fitnah," kata Ikhsan Tualeka di Detik, Senin (13/4).
Tekanan itu terasa semakin berat karena muncul di momen paling awal dalam keseharian. Alih-alih memulai hari dengan energi positif, Rossa justru dihadapkan pada berbagai konten negatif yang mempertanyakan bahkan merendahkan dirinya.
"Anda bisa bayangkan, bagaimana seorang bangun pagi kemudian media sosialnya atau media sosial yang muncul di handphone-nya itu kemudian berseliweran sesuatu yang tidak berdasar pada fakta," beber Ikhsan Tualeka.
Pihak manajemen pun menyayangkan sikap sebagian netizen yang dinilai terlalu mudah menyebarkan informasi tanpa dasar.
Padahal, reputasi yang dimiliki Rossa bukan dibangun dalam semalam, melainkan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Kuasa hukum manajemen, Natalia Rusli, turut menegaskan bahwa kasus ini menjadi pengingat bahwa pencapaian seorang publik figur tidak seharusnya dirusak begitu saja oleh opini liar.
"Ini adalah pengajaran, bahwa tidak mudah seseorang itu mengangkat dirinya sampai di level seorang diva. Dan tiba-tiba seenaknya kita pakai jempol kita mencet-mencet," tutur Natalia Rusli.
Meski mengalami kerugian secara mental, Rossa memilih untuk tidak diam. Langkah somasi yang dilakukan bukan hanya bentuk perlindungan diri, tetapi juga upaya memberikan efek jera agar kasus serupa tidak terus berulang.
"Kerugian psikis sudah terjadi secara psikologis, materil dan immateril akan kita hitung kemudian. Yang pasti yang kami lakukan hari ini adalah bagian dari mitigasi agar ini tidak terus berkembang," ujar Ikhsan Tualeka.
Lebih dari sekadar membela diri, keputusan ini juga diharapkan bisa menjadi contoh bagi banyak orang yang mengalami hal serupa-bahwa melawan fitnah dan perundungan adalah hal yang perlu dilakukan.
"Sebagai selebritas, Rossa menganggap bahwa dengan speak up atau dengan melakukan langkah-langkah seperti yang kita lakukan hari ini. Tentu saja akan menjadi satu bentuk pembelajaran kepada masyarakat," tutup Ikhsan Tualeka.
Di tengah badai tudingan, satu hal yang terlihat jelas, bahwa sosok sekuat Rossa pun tetap manusia yang bisa terluka oleh kata-kata yang tak bertanggung jawab.
(ikh)
Loading ...

5 hours ago
1














































