Selular.ID – Samsung Indonesia membeberkan pendekatan rekayasa teknologi dan inovasi material yang berhasil memangkas bobot smartphone lipat besutannya secara signifikan, dari 253 gram pada Galaxy Z Fold5 hingga mencapai 201 gram pada Galaxy Z Fold8.
Pencapaian ini menandai titik balik penting dalam sejarah industri foldable, menjadikan perangkat layar lipat kini memiliki bobot yang lebih ringan dibandingkan beberapa jajaran smartphone flagship tipe bar konvensional.
Langkah efisiensi bobot ini diambil untuk menjawab tantangan utama adopsi smartphone lipat di pasar global.
Riset eksternal yang dilakukan YouGov pada 2024 mengindikasikan bahwa dimensi yang tebal dan bobot yang berat masih menjadi kendala utama bagi sebagian konsumen untuk berpindah ke perangkat foldable.
Riset tersebut juga menegaskan bahwa daya tahan baterai, ketahanan fisik, dan kualitas layar tetap menjadi prioritas utama konsumen saat memilih smartphone.
Guna mempertahankan preferensi pengguna tanpa mengorbankan durabilitas dan performa, produsen teknologi asal Korea Selatan ini harus mendesain ulang arsitektur internal perangkat secara mendasar.
Upaya perancangan ulang ini tidak hanya berfokus pada reduksi skala komponen, melainkan juga pemanfaatan material tingkat lanjut serta efisiensi manufaktur berpresisi tinggi pada ratusan bagian pendukung di dalam struktur perangkat.
Penggunaan Material Flex Titanium dan Machining Presisi
Salah satu fokus utama dalam penyusutan dimensi ini terletak pada komponen penopang layar dan mekanisme engsel. Pada Galaxy Z Fold8 dan Z Fold8 Ultra, Samsung menerapkan teknologi Flex Titanium yang mengintegrasikan Titanium Alloy Film.
Lapisan film ini dirancang khusus untuk struktur layar lipat dengan ketebalan hanya puluhan mikrometer—atau setara sepertiga dari lebar rambut manusia—guna menjaga fleksibilitas dan ketahanan visual.
Di sisi lain, pelat logam penopang layar juga diproses dengan teknik ultra-thin metal precision machining hingga mencapai ketebalan 0,2 milimeter, dengan bagian tertipis menyentuh 0,15 milimeter.
Untuk mencegah perubahan bentuk atau kelengkungan logam pada tingkat ketipisan tersebut, proses perakitan dibagi ke dalam beberapa tahap presisi yang mengondisikan parameter machining, perkakas, dan urutan pendinginan secara ketat.
Untuk bagian eksterior, penggunaan material Advanced Armor Aluminum pada bagian rangka dipadukan dengan material Clad Metal di sisi dalam panel belakang.
Penggabungan berbagai karakteristik logam ini tidak hanya memperkokoh struktur luar dari potensi benturan, tetapi juga membantu pelepasan panas secara optimal tanpa membebani bobot total perangkat.
Peninjauan Komponen Mikroskopis hingga 0,001 Gram
Pengurangan bobot total hingga 52 gram dibanding generasi Z Fold5 dicapai lewat peninjauan mikroskopis pada tingkat komponen.
Tim engineering Samsung mengevaluasi sekitar 270 komponen utama serta lebih dari 180 jenis bagian pendukung, termasuk Printed Circuit Board (PCB), struktur antena, bracket, pita perekat (tape), dan fastener.
1. Komponen yang Dievaluasi
Evaluasi terhadap ~270 komponen utama serta lebih dari 180 jenis bagian pendukung.
2. Eliminasi Bagian Pendukung
Penghilangan ~15 jenis bagian pendukung secara menyeluruh dari arsitektur perangkat.
3. Optimasi PCB & Antena
Reduksi footprint sirkuit PCB serta perancangan ulang antena Magnetic Flux Channel (MFC).
4. Tingkat Presisi Pengurangan
Penyesuaian presisi tingkat tinggi hingga skala 0,1 mm dan 0,001 gram pada bagian pendukung.
Penghematan ruang dan gramasi yang berhasil dicapai dari penataan ulang struktur ini kemudian dialokasikan kembali untuk meningkatkan spesifikasi fungsional perangkat.
Pada Galaxy Z Fold8 Ultra, efisiensi ruang internal memungkinkan integrasi kapasitas baterai yang lebih besar hingga 5.000 mAh meningkat dari 4.400 mAh pada generasi sebelumnya.
Serta penambahan volume lapisan grafit pembuangan panas sebesar 7% dan penyematan modul kamera utama 200 MP serta kamera Ultra-Wide 50 MP.
Evolusi arsitektur internal ini memperlihatkan arah baru dalam pengembangan perangkat lipat industri seluler. Melalui kombinasi material khusus dan efisiensi ruang komponen.
Baca Juga:Samsung Galaxy S26 FE dengan Galaxy AI Dijual Rp11 Jutaan di Indonesia
Pembuktian rekayasa ini membuka peluang bagi lini foldable untuk dapat bersaing penuh dengan smartphone bar-type dari segi kenyamanan genggaman dan kemudahan mobilitas harian.



















































