Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf bersama Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuk. (Dok JawaPos.com)
FAJAR.CO.ID -- Satu vendor penyedia layanan konsumsi jemaah mengundurkan diri menjelang penyelenggaraan ibadah haji 2026. Apakah keputusan mundur vendor layanan konsumsi haji dampak pemangkasan biaya makan jemaah haji 2026?
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochammad Irfan Yusuf mengungkap adanya satu penyedia layanan konsumsi bagi jemaah haji 2026 yang mengundurkan diri. Vendor konsumsi jemaah haji ini memiliki kapasitas layanan sekitar 3.500 porsi konsumsi.
Lantas, apa dampak mundurnya perusahaan penyedia layanan konsumsi bagi jemaah haji 2026?
Irfan Yusuf mengungkapkan, pemerintah sudah melakukan redistribusi kepada tiga penyedia lain. Layanan konsumsi untuk 3.500 jemaah didistribuskan atau dibagi kepada tiga vendor konsumsi lainnya.
"Terkait adanya satu penyedia layanan konsumsi di Makkah yang mengundurkan diri dengan kapasitas 3.500 porsi, telah dilakukan redistribusi kuota kepada tiga penyedia yang sudah ada sebelumnya," kata Irfan dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (14/4).
Irfan juga menjelaskan terkait distribusi koper bagi jemaah. Hingga kini, Saudi Airlines telah mendistribusikan sebanyak 74,1 persen. Sedangkan Garuda Indonesia sebanyak 50,8 persen.
Sisa koper yang belum terdistribusi paling lambat 17 April sudah di tangan jemaah.
"Terkait koper, kami sudah mengirimkan surat peringatan dan juga mengirim tim asistensi memantau dan membantu distribusi koper, termasuk kita datangi perusahaan yang ada di Bogor. Itu juga yang menjadi salah satu sumber keterlambatan di sana," katanya.















































