CNN Indonesia
Kamis, 05 Mar 2026 08:15 WIB
Ilustrasi. Agar tepat penanganan, kenali beda campak dan cacar air. (Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --
Beberapa penyakit tampak mirip termasuk campak dan cacar air. Padahal keduanya berbeda. Berikut beda campak dan cacar air.
Campak belakangan jadi sorotan. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat Indonesia jadi negara dengan jumlah kasus campak tertinggi kedua di dunia setelah Yaman. Ada lebih dari 10 ribu kasus terlapor dalam enam bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gejala campak begitu khas berupa ruam merah pada kulit. Sebenarnya gejala serupa juga ditimbulkan penyakit lain.
Beda campak dan cacar air
Campak dan cacar air sama-sama penyakit menular yang disebabkan virus. Campak disebabkan infeksi Morbillivirus. Sementara cacar air disebabkan virus Varicella-zoster (VZV).
Kedua penyakit ini sama-sama menunjukkan gejala khas pada kulit. Namun sebenarnya jika diamati lagi sebenarnya keduanya sangat berbeda. Sebaiknya kenali perbedaan keduanya agar mendapat penanganan tepat.
1. Gejala
Beda campak dan cacar air bisa diperhatikan lewat gejalanya. Melansir dari Alodokter, urutan gejala campak dan cacar air cukup berbeda.
Gejala campak
- Demam tinggi selama 3-5 hari disertai batuk, pilek, dan mata merah.
- Kadang terdapat bercak putih keabu-abuan di dalam mulut.
- Ruam merah pada wajah lalu menyebar ke leher, lengan, badan, dan kaki. Ruam tampak saling menempel dan agak menonjol.
- Kadang memicu bengkak pada kelenjar getah bening di leher.
Gejala cacar air
- Demam ringan disertai sakit kepala atau tubuh pegal-pegal.
- Ruam berupa bintik merah kecil yang berubah jadi benjolan gatal dan mudah pecah.
- Ruam mulai dari dada dan punggung, lalu menyebar ke wajah, kulit kepala, hingga seluruh tubuh.
2. Penularan
Ilustrasi. Beda campak dan cacar air bisa dilihat dari cara penularan. Cacar air dapat menular lewat kontak langsung, sedangkan campak bisa menular tanpa kontak langsung. (iStock)
Penularan campak lewat droplet atau percikan cairan dari batuk, bersin, atau air liur penderita. Kemudian cacar air mudah menular lewat kontak langsung dengan cairan dari bintik di kulit atau percikan air liur.
3. Pengobatan
Beda campak dan cacar air juga tampak pada pengobatannya. Campak belum memiliki pengobatan khusus yang bisa membunuh virusnya. Pengobatan biasanya bertujuan agar tubuh dapat melawan infeksi dan meringankan gejala.
Gejala-gejala campak dapat menetap sekitar 2-3 minggu lalu campak bisa sembuh sendiri.
Sementara itu, cacar air tidak memerlukan penanganan khusus. Pengobatan biasanya untuk meredakan rasa gatal di kulit menggunakan lotion dengan calamine atau antihistamin.
Akan tetapi pada cacar air dengan gejala berat atau kekebalan tubuh lemah, dokter akan memberikan obat antivirus guna mencegah komplikasi.
(els)

5 hours ago
1

















































