pemilik SPPG yang viral
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Bidang Advokasi Guru Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G), Iman Zanatul Haeri, turut bicara terkait ditutupnya dapur MBG milik Hendrik Irawan, warga Batujajar, setelah viral karena selebrasi berjoget dan mengklaim pendapatan Rp6 juta per hari.
Dikatakan Iman, euforia pemilik dapur tersebut tidak bisa sepenuhnya disalahkan.
Namun, menurutnya, persoalan yang muncul justru memperlihatkan masalah yang lebih mendasar dalam kebijakan anggaran pendidikan.
Euforia Tidak Bisa Disalahkan
Iman mengatakan, kegembiraan pemilik SPPG yang viral merupakan hal yang wajar.
Meski begitu, ia menyebut kondisi tersebut tetap menimbulkan pertanyaan publik karena berkaitan dengan sumber anggaran program.
“Pemilik SPPG yang viral karena joget-joget, membanggakan gaji Rp6 juta perhari, tentu tidak bisa dipersalahkan karena rasa gembiranya," ujar Iman dikutip fajar.co.id (25/3/2026).
Ia kemudian menyinggung bahwa anggaran MBG berasal dari sektor pendidikan, sementara pada saat yang sama muncul kebijakan penghematan yang berdampak pada kegiatan belajar.
“Masalahnya, kita tahu bahwa anggaran MBG dari pendidikan, dan saat ini anak-anak diminta tidak ke sekolah demi penghematan BBM," sesalnya.
Disebut Kesalahan Struktural
Iman menegaskan, polemik tersebut tidak bisa dilihat sebagai persoalan individu semata. Ia menyebut ada persoalan struktural dalam kebijakan yang perlu menjadi perhatian.
“Bagaimanapun, ini bukan salah satu-dua SPPG, ini adalah kesalahan struktural," imbuhnya.
Lanjut Iman, alokasi anggaran pendidikan yang ada justru memunculkan kesenjangan dalam implementasinya.


















































