Tayyip Erdogan: Kekerasan yang Dipimpin Netanyahu Harus Dihentikan

7 hours ago 10
Tayyip Erdogan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan eskalasi konflik Iran yang terus meningkat kini telah berkembang menjadi krisis global.

Dikatakan Erdogan, dampak perang yang dipicu Israel tidak lagi terbatas pada kawasan Timur Tengah, tetapi sudah dirasakan oleh masyarakat dunia secara luas.

Menurutnya, konflik tersebut bahkan berkaitan dengan kepentingan politik domestik Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Namun, dampaknya justru harus ditanggung seluruh penduduk dunia.

“Meski ini adalah perang Israel, seluruh dunia yang harus membayar harganya," ujar Erdogan dikutip fajar.co.id, Rabu (25/3/2026).

"Ini adalah perang Netanyahu untuk kelangsungan politiknya, namun delapan miliar manusia yang menanggung akibatnya,” tambahnya.

Serukan Kekerasan Segera Dihentikan

Erdogan menegaskan bahwa eskalasi konflik yang terjadi harus segera dihentikan.

“Jaringan kekerasan yang dipimpin Netanyahu harus segera dihentikan, demi perdamaian kawasan dan kemanusiaan," tukasnya.

Ia meminta negara-negara di dunia mengambil langkah tegas demi mencegah dampak kemanusiaan yang lebih luas.

"Setiap negara harus mengambil sikap yang berani dan proaktif,” tegasnya.

Tolak Politik Kebencian dan Eskalasi Konflik

Selain itu, Erdogan juga mendorong persatuan kawasan dan menolak meningkatnya konflik berbasis permusuhan.

Ia menekankan bahwa pendekatan damai harus menjadi prioritas di tengah situasi yang memanas.

“Kami tidak akan menyerah pada bahasa kekerasan, kebencian, dan permusuhan, melainkan menjunjung cinta, perdamaian, dan persaudaraan,” tukasnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi