Seskab Teddy Soroti 'Inflasi Pengamat', Pakai Data Tak Sesuai Fakta

6 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyinggung fenomena yang disebutnya sebagai 'inflasi pengamat', yakni meningkatnya pihak-pihak yang menyampaikan opini di ruang publik tanpa didukung latar belakang keahlian maupun data yang akurat.

Teddy mengatakan pemerintah terbuka terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak, dengan penekanan pada pentingnya penyampaian yang berbasis data dan fakta.

"Sekarang ini, ada satu fenomena. Apa itu? Ada yang namanya inflasi pengamat. Jadi, banyak sekali pengamat. Ada pengamat beras, tapi dia background-nya bukan di situ. Ada pengamat militer, ada pengamat luar negeri, dan pengamat-pengamat itu datanya tidak sesuai fakta, datanya keliru," kata Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (10/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Teddy menyebut sejumlah pengamat menyampaikan data keliru dan tidak sesuai kondisi sebenarnya. Fenomena tersebut, dikatakan Teddy, telah berlangsung sejak sebelum Prabowo Subianto menjabat sebagai Presiden RI, dengan tujuan memengaruhi opini publik.

"Dari sebagian besar, pengamat-pengamat itu adalah pengamat-pengamat yang sejak dulu sudah berusaha memengaruhi warga, membentuk opini publik. Bahkan sejak Pak Prabowo belum menjadi presiden," ucap Teddy dikutip dari YouTube Setpres.

Meski demikian, Seskab menekankan bahwa tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah tetap tinggi.

"Tapi faktanya apa? Faktanya lebih dari 96 juta warga lebih percaya Pak Prabowo, tidak percaya mereka. Itu adalah bukti nyata kepercayaan publik. Bukan suatu asumsi," ujarnya.

Lebih lanjut, Teddy menyampaikan perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam demokrasi. Pemerintah, menurutnya, tidak menutup ruang kritik, selama disampaikan secara konstruktif dan tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

"Jadi saya kira boleh kita berbeda pandangan, boleh berbeda pendapat. Silakan beri kritik, tapi jangan sampai kita memberi statement yang mengarah pada kecemasan, membuat orang cemas terhadap negeri ini. Semuanya stabil, semuanya terkendali," ucap Teddy.

Teddy kemudian mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk insan pers, untuk bersama-sama menjaga optimisme dan membangun harapan positif terhadap masa depan bangsa. Seskab menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kinerja, dengan tetap membuka ruang bagi kritik dan masukan publik.

"Kita harus punya harapan dan doa yang baik untuk negeri ini. Jangan sampai kita menjadi orang-orang yang malah justru mengajak orang lain untuk punya harapan dan doa yang jelek untuk negeri yang kita cintai ini," kata Seskab.

"Tentu belum sempurna. Kami terima kritik, terima masukan. Secepat mungkin kita sempurnakan, kita maksimalkan sesegera mungkin," ujarnya menambahkan.

(har)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi