Skuad Hijau Timnas Indonesia seperti Kurang Nyali namun Cerdas

1 month ago 17

ANALISIS

Abdul Susila | CNN Indonesia

Rabu, 11 Des 2024 07:52 WIB

Kemenangan Timnas Indonesia ats Myanmar pada laga pertama Piala AFF 2024 jadi sinyal positif, namun masih pelru peningkatan untuk bersaing juara. Kendati dihuni banyak pemain muda, Indonesia tidak gentar melawan Myanmar yang diisi pemain senior. (Dok. Timnas Indonesia)

Jakarta, CNN Indonesia --

Performa Timnas Indonesia yang didominasi pemain U-22 tampil tidak mengecewakan saat melawan Myanmar di Piala AFF 2024 atau ASEAN Championship.

Menghadapi Singa Burma, julukan Myanmar, yang lebih senior, Muhammad Ferarri dan kawan-kawan tak gentar. Sebaliknya tim asuhan Shin Tae Yong ini main lugas dan berani.

Sepanjang 90 menit pertandingan, Indonesia menguasai jalannya laga, 57 persen berbanding 43 persen. Jumlah tembakan ke gawang juga lebih tinggi, 17 berbanding 12.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampil dengan susunan pemain mengejutkan, di mana ada tujuh debutan dimainkan dan mencadangkan Asnawi Mangkualam serta Rafael Struick, kualitas Indonesia tak terdegradasi.

Kualitas umpan skuad Garuda juga tetap tinggi, 80 persen (305 presisi dari 377 umpan). Ketika pemain lawan mulai keram di sepertiga akhir laga, pemain Indonesia tampak prima.

Percobaan yang dilakukan Shin pun berjalan dengan baik. Dony Tri Pamungkas yang seorang bek sayap kiri, tampil disiplin dan cerdas saat direposisi sebagai bek tengah.

Karena performanya itu Dony ditetapkan sebagai man of the match pertandingan. Namun, reposisi Pratama Arhan dari bek sayap kiri menjadi full back kanan berjalan kurang mulus.

Keputusan Shin memasang Arkhan Kaka sebagai starter, dengan mencadangkan Rafael Struick atau Ronaldo Kwateh, terbilang berani. Ini hampir mirip kisah Hokky Caraka beberapa tahun lalu.

Shin tetap teguh memasang Hokky, kendati kritik tajam menghujani. Hokky, kata Shin, perlu jam terbang untuk matang. Hal sama diperlakukan kepada Arkhan yang masih 17 tahun.

Yang perlu diingat, ini baru awalan. Biasanya performa pemain belum maksimal di pertandingan pertama sebuah kejuaraan. Artinya performa pemain bisa naik lagi di duel-duel selanjutnya.

Ini pertanda pula kemenangan atas Laos di kandang (Stadion Manahan) pada Kamis (12/12) nanti sangat realistis digapai. Kekalahan 1-4 Laos dari Vietnam kiranya jadi sinyal untuk Timnas Indonesia dan Shin Tae Yong.

Baca kelanjutan berita ini di halaman berikutnya>>>


Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi