Sosok Magistus Miftah, Aktor Pilihan Joko Anwar di Ghost in the Cell

2 hours ago 1

Jakarta -

Joko Anwar kembali menampilkan karya terbarunya bertajuk 'Ghost in the Cell'. Film ke-12 besutannya yang tayang 16 April mendatang itu menampilkan sederet bintang kenamaan di Indonesia dari berbagai generasi.

Salah satunya, Magistus Miftah yang akan memerankan karakter Novilham yang diceritakan menjalani kehidupan di dalam penjara dan mengajari sesama rekan narapidana untuk menari.

Pemilihan Magistus dalam film Joko Anwar ini berdasarkan audisi online yang dilakukan sang sutradara dengan rumah produksi Come and See Pictures.

"Jadi awalnya aku lihat iklan casting untuk film ini adalah setelah pulang umrah. Saat itu aku ditunjukin iklan ini sama temanku, dan ketika membaca kriteria karakter yang dibutuhkan, aku merasa sangat aku banget," kata Magistus.


Lucunya, bermain di film Joko Anwar ini menjadi salah satu impiannya yang terwujud.

"Jadi ketika itu aku dan teman-temanku lagi makan pecel ayam. Lalu salah satu sahabatku bilang, 'Kak, lo gue tungguin ya main film, filmnya Joko Anwar!' Saat itu aku merasa, 'waduh, siapa lah aku?' Karena aku bukan aktor, cuma penari," paparnya.

"Dan ketika baca iklan casting-nya, lalu diterima, itu seperti mewujudkan manifesting aku dan teman-temanku, it's real!," lanjutnya.

Magistus akan bersanding dengan nama-nama besar di industri perfilman. Di Ghost in the Cell, dia akan bermain bersama Abimana Aryasatya, Bront Palarae, Danang Suryonegoro, Endy Arfian, Lukman Sardi, Mike Lucock, Yoga Pratama, Morgan Oey, Aming, Kiki Narendra, Rio Dewanto, Tora Sudiro, Almanzo Konoralma, Haydar Salishz, Arswendy Bening Swara, Dewa Dayana, Faiz Vishal, Jaisal Tanjung, dan Ho Yuhang.

"Saat melihat video audisi Magistus, kami semua di Come and See Pictures langsung teriak, karena memang dia yang kami cari," ungkap Joko Anwar.

Sinopsis Ghost in the Cell

Di dalam lapas Labuhan Angsana, para napi hidup dengan masalah setiap hari: penindasan dari pejabat lapas, serta permusuhan dan kekerasan antar sesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan.

Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif.

Tapi tentunya sangat sulit tetap positif di penjara yang penuh ketidakadilan. Hingga mereka sadar satu satu hal yang sepertinya tak mungkin tapi harus mereka lakukan untuk tetap hidup: bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun!

(dis/fik)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi