Souza Minta Pelaku Aksi Brutal di EPA Dewa vs Bhayangkara Ditindak

4 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza meminta pelaku aksi brutal di EPA Super League 2025/2026 pada laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 diberi tindakan serius.

Menurut Souza, tindakan seperti itu tak seharusnya terjadi dalam sepak bola. Terlebih dirinya menilai kategori U-20 semestinya sudah bisa lebih mengontrol diri sendiri.

"Tentang Dewa U-20 lawan Bhayangkara, saya sedih sekali terjadi seperti itu. Sebenarnya, saya pikir harus ada denda itu serius untuk situasi seperti itu," kata Souza dalam konferensi pers jelang Persija Jakarta vs PSIM Yogyakarta, Selasa (21/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya pikir U-20 itu bukan anak kecil. Mereka sudah tahu apa yang mereka lakukan dan tidak baik ada perkelahian seperti itu karena bisa ada yang terluka serius," ia menambahkan.

Souza tak menampik emosi bisa tersulit dalam sebuah laga terlebih saat intensitas meninggi. Namun demikian, juru taktik 52 tahun itu tak membenarkan kekerasan fisik untuk menyelesaikan persoalan.

"Ini masalah serius. Komplain memang bagian dari pertandingan, tapi kalau kita agresif, pukul lawan itu tidak boleh. Ini harus jadi perhatian dan tidak boleh ada lagi di dalam sepak bola," ucapnya.

Persoalan emosi turut jadi perhatian eks pelatih Madura United itu. Terutama saat menyoroti jumlah kartu merah yang diperoleh Macan Kemayoran di Super League 2025/2026.

Persija sudah mengoleksi delapan kartu merah atau yang terbanyak kedua di Super League 2025/2026. Persijap Jepara juga punya jumlah yang sama. Arema ada di peringkat pertama dengan sembilan kali pemainnya diusir wasit dengan kartu tersebut.

"Kami sudah bicara dengan tim tentang situasi yang kalau tidak bisa dikontrol maka akan merugikan. Emosi adalah hal yang bisa bikin kami rugi di kompetisi ini karena ada banyak kartu [yang didapatkan musim ini]," kata dia.

"Pastinya kalau tidak terjadi seperti itu [dapat kartu] pasti mungkin situasi akan lebih baik di klasemen. Ini jadi satu hal yang saya sampaikan ke pemain untuk lebih kontrol ketika banyak komplain ke wasit," ia menegaskan.

Sebelumnya, catatan kelam sepak bola Indonesia bertambah setelah laga Bhayangkara FC U-20 vs Dewa United U-20 berakhir penuh amarah.

Laga yang jadi bagian Elite Pro Academy (EPA) U-20 do Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4) itu diwarnai aksi tendang yang berisiko fatal.

[Gambas:Video CNN]

(ikw/ptr)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi