CNN Indonesia
Jumat, 06 Mar 2026 14:15 WIB
Ilustrasi. Campak memang lebih sering terjadi pada anak-anak, tetapi orang dewasa pun berisiko terinfeksi bahkan dengan gejala yang cenderung lebih berat. (iStockphoto/Natalya Maisheva)
Jakarta, CNN Indonesia --
Campak bukan sekedar penyakit yang menyerang anak-anak, tetapi infeksi virus yang sangat menular dan diidap orang dewasa dengan risiko komplikasi lebih berat.
Belakangan ini, isu tersebut menjadi sorotan usai selebgram Ruce Nuenda mengunggah Instagram Story saat dirinya tetap berolahraga di luar rumah meski sedang sakit campak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga memperlihatkan foto ruam kemerahan yang muncul di bagian tangan hingga kaki. Unggahan tersebut memicu berbagai respons dari warganet.
Tak sedikit yang menilai tindakannya berisiko tinggi menularkan penyakit, terutama kepada kelompok rentan seperti, anak-anak dan ibu hamil.
Melansir dari Cleveland Clinic, campak merupakan penyakit infeksi akut yang sangat menular disebabkan oleh virus. Penyakit ini ditandai dengan demam tinggi serta gejala peradangan saluran pernapasan atas seperti batuk dan pilek, yang kemudian diikuti munculnya ruam khas di kulit.
Virus campak menyebar melalui percikan droplet saat penderita batuk atau bersin. Partikel virus dapat bertahan di udara hingga dua jam, sehingga orang lain yang berada di ruangan yang sama tetap berisiko terinfeksi meski penderita sudah meninggalkan tempat tersebut.
Selain melalui udara, penularan juga dapat terjadi lewat kontak langsung dengan cairan tubuh penderita seperti air liur dan lendir, maupun melalui benda yang terkontaminasi seperti gagang pintu atau meja.
Penderita campak sudah bisa menularkan virus sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelahnya. Artinya, seseorang dapat menyebarkan virus tanpa menyadari.
Gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah paparan. Pada tahap awal, gejalanya kerap menyerupai flu atau infeksi saluran pernapasan seperti,
- Demam tinggi, bisa mencapai 40 derajat Celcius
- Pilek
- Batuk menetap
- Mata merah dan berair
- Sensitif terhadap cahaya
- Lemas dan nyeri tubuh
Salah satu tanda khas campak adalah munculnya bintik putih kecil dengan dasar kemerahan di dalam mulut, yang dikenal sebagai bercak koplik. Bercak ini biasanya muncul satu hingga dua hari sebelum ruam kulit timbul.
Mengutip dari Irasto World Health, campak memang lebih sering terjadi pada anak-anak, terutama yang belum divaksinasi. Namun, orang dewasa yang belum mendapat imunisasi lengkap juga berisiko terinfeksi. Bahkan, gejala pada orang dewasa cenderung lebih berat.
Orang dewasa lebih rentan terhadap komplikasi serius akibat campak karena beberapa faktor seperti,
- Imun yang lebih lemah
- Risiko pneumonia yang lebih tinggi
- Meningkatnya kemungkinan peradangan otak
- Kondisi penyakit bawaan (diabetes, penyakit jantung) yang gejalanya memburuk
- Risiko kehamilan, termasuk keguguran dan kelahiran prematur
- Diagnosis yang tertunda
Penelitian menunjukkan bahwa campak menekan sistem kekebalan tubuh selama 2 hingga 3 tahun. Hal tersebut membuat penderita yang sembuh rentan terhadap infeksi sekunder.
Hingga kini, tidak ada obat antivirus khusus untuk menyembuhkan campak. Penanganan berupa istirahat, mencukupi cairan, serta mengontrol demam.
Cara efektif untuk mencegah campak adalah melalui vaksinasi MMR (measles, mumps, rubella). Dua dosis vaksin memberikan perlindungan hingga sekitar 97 persen.
Meski kasus infeksi tetap bisa terjadi pada sebagian kecil orang yang sudah divaksinasi, gejalanya umumnya lebih ringan dan risiko komplikasi akan jauh lebih rendah.
Campak bukan penyakit sepele yang terjadi hanya pada anak-anak. Dengan tingkat penularan yang sangat tinggi, keputusan untuk tetap beraktivitas di luar rumah saat terinfeksi berpotensi memperluas penyebaran virus.
(nga/fef)

8 hours ago
2

















































