Tanda Kolagen Mulai Berkurang yang Perlu Diwaspadai

4 hours ago 3

Jakarta -

Kolagen adalah unsur penting dalam struktur kulit manusia. Jika kulit diibaratkan sebagai rumah, maka kolagen adalah tiang penyangga utama yang menjaga bangunan tetap kokoh, tegak, dan tidak roboh.

Kolagen secara alami mengisi sekitar 75 persen lapisan dalam kulit untuk memberikan kepadatan dan kekenyalan. Inilah yang membuat kulit tampak kencang dan terasa membal saat disentuh.

Tanpa kolagen yang cukup, kulit aakan kehilangan 'fondasi' alaminya, sehingga teksturnya perlahan mulai mengendur dan kehilangan volume.

"Kolagen adalah protein struktural yang melimpah dalam tubuh manusia dan memainkan peran sentral dalam menjaga integritas, kekencangan, dan elastisitas kulit ," kata dokter estetika Sophie Shotter, MD, kepada Vogue.


Selain sebagai penyangga, kolagen bekerja layaknya spons yang mengunci kelembapan di dalam jaringan kulit. Ia memastikan kulit tetap terhidrasi dengan baik sehingga tampak segar dan bercahaya.

Kolagen juga menjadi kunci di balik kemampuan kulit untuk memperbaiki diri saat terluka atau saat terkena polusi.

Sayangnya, kadar kolagen akan berkurang seiring betambahnya usia. Menurut Vogue, begitu seseorang memasuki usia 25 tahun, mereka akan kehilangan sekitar 1 persen cadangan kolagen setiap tahunnya. Hal tersebut menyebabkan kulit menjadi kurang elastis, pori-pori membesar, dan menimbulkan kerutan.

Menurut apoteker Mercedes Abarquero Cerezo, faktor-faktor yang mempercepat berkurangnya kolagen alami meliputi paparan sinar matahari, diet, stres, dan perubahan hormonal, terutama pada wanita selama menopause.

Berikut tanda-tanda kulit kehilangan kolagen yang harus diperhatikan:

1. Kulit mulai kendur

Ketika kolagen berkurang, jaringan ikat ikut melemah dan ikut kehilangan kemampuan untuk kembali ke bentuk semula. Dengan kata lain, elastisitas kulit jadi rendaha.

Tanda-tandanya bisa terlihat pada kulit di area rahang, pipi, atau leher tampak bergelambir.

2. Kulit kering

Kolagen berperan dalam menjaga kelembapan kulit dan membantu sel-sel kulit tetap padat. Kekurangan kolagen mengganggu kemampuan kulit untuk menahan cairan, sehingga kulit menjadi lebih kasar dan dehidrasi.

Kulit jadi terasa kasar, kusam, dan terkadang muncul sisik halus.

3. Muncul garis halus

Saat struktur pendukung di bawah kulit, seperti kolagen dan elastin, rusak, kulit tidak lagi halus dan rata. Otot wajah yang sering bergerak akan membentuk garis permanen.

Kondisi ini ditandai dengan munculnya garis halus di sudut mata, dahi, atau di samping bibir alias smile lines.

4. Kulit kurang bervolume

Kolagen memberikan kepadatan pada lapisan kulit. Tanpa kolagen yang cukup, lapisan kulit menjadi tipis, menyebabkan pipi atau area di bawah mata terlihat kurang plumpy.

Tanda-tandanya, area bawah mata seringkali terlihat cekung dan gelap, atau bibit terasa lebih tipis.

5. Bentuk wajah berubah

Akibat kulit kendur dan berkurangnya volume lemak di wajah, kontur wajah yang tadinya tegas menjadi kurang terdefinisi. Garis rahang tidak lagi tegas, dagu terligat bertumpuk, atau secara keseluruhan wajah terlihat 'turun' dan tampak lebih tua.

Cara Memperlambat Hilangnya Kolagen

1. Hindari faktor pemicu, seperti paparan sinar matahari atau merokok.

2. Gunakan tabir surya setiap hati.

3. Biasakan olahraga dengan teratur.

4. Pertahankan berat badan yang seimbang.

5. Konsumsi makanan sehat yang mengandung mikronutrien utama, vitamin, dan asam amino asensial yang mendukung produksi kolagen, seperti telur, kacang-kacangan, sayuran, buah-buahan, daging, dan ikan.

6. Gunakan produk dengan bahan aktif peningkat kolagen, seperti glikosaminoglikan, proxylane, peptida, ekstrak cassia, asam hialuronat, dan antioksidan seperti vitamin C dan niasinamida.

(KHS/KHS)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi