Jakarta, CNN Indonesia --
Toyota Indonesia membawa program Toyota Eco Youth (TEY) Jelajah Nusantara ke Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini menjadi bagian upaya memperluas jangkauan program yang telah berjalan selama dua dekade, sekaligus mendorong keterlibatan pelajar dalam isu lingkungan.
Dalam kunjungan kali ini, Toyota menggandeng SMKN 2 Rantepao bersama sejumlah sekolah lain di wilayah tersebut. Pendekatan dilakukan secara langsung ke siswa untuk memperkenalkan TEY sekaligus menggali potensi ide berbasis kondisi lingkungan lokal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden Direktur Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengatakan kehadiran TEY Jelajah Nusantara ditujukan untuk menjangkau wilayah yang dinilai memiliki potensi besar namun belum tergarap optimal.
"Kehadiran TEY Jelajah Nusantara sebagai sebuah program inisiatif menjadi langkah strategis dalam menjangkau wilayah dengan potensi besar yang belum terakses secara
optimal," kata Nandi dalam keterangan resmi dikutip Kamis (16/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyebut interaksi langsung dengan pelajar diharapkan bisa melahirkan gagasan yang berangkat dari pemahaman atas kondisi lingkungan setempat, sehingga solusi yang dihasilkan lebih relevan.
Toraja dinilai menjadi salah satu daerah dengan kekayaan potensi lokal yang berkaitan erat dengan isu keberlanjutan. Kearifan lokal yang selama ini hidup di masyarakat juga dianggap mampu menjadi pijakan dalam merancang solusi lingkungan, bukan sekadar konsep umum yang sulit diterapkan di lapangan.
Program TEY sendiri merupakan bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) Toyota di bidang lingkungan. Formatnya berupa kompetisi proyek inovasi lingkungan bagi siswa SMA dan sederajat di seluruh Indonesia.
Sejak pertama kali digelar pada 2005, program ini telah melibatkan lebih dari 2.083 sekolah dari 34 provinsi. Tercatat ada 9.972 ide proyek lingkungan yang pernah dikompetisikan, mencerminkan beragam pendekatan yang diusulkan pelajar dari berbagai daerah.
Melalui TEY Jelajah Nusantara, Toyota juga mendorong pendekatan berbasis potensi lokal. Artinya, siswa diajak melihat persoalan lingkungan di sekitar mereka sebagai titik awal, bukan meniru solusi dari daerah lain yang belum tentu sesuai.
Langkah ini juga menunjukkan pola pendekatan perusahaan yang masih bertumpu pada edukasi dan kompetisi sebagai cara menumbuhkan kesadaran lingkungan di kalangan pelajar. Seberapa jauh dampaknya tentu akan sangat bergantung pada implementasi ide-ide tersebut setelah kompetisi berakhir.
Nandi menambahkan Toyota akan terus menjalankan inisiatif serupa melalui tiga pilar utama CSR, yakni lingkungan, pendidikan, dan pengembangan masyarakat.
(ryh/fea)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1








































