Jakarta, CNN Indonesia --
TNI Angkatan Darat (AD) buka suara terkait kecelakaan yang melibatkan truk TNI di Kalideres, Jakarta Barat, yang mengakibatkan seorang pengemudi motor berinisial AM (51) meninggal dunia, Jumat (3/4) lalu.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menuturkan truk tersebut berasal dari satuan Kima Menzikon/CRK Pusziad dan sedang menjalankan tugas. Rombongan saat itu menuju Cisarua untuk mengantar siswa SD mengikuti kegiatan LDKS Pramuka.
"Perlu kami jelaskan bahwa kejadian tersebut melibatkan kendaraan dinas TNI AD dari satuan Kima Menzikon/CRK Pusziad yang pada saat itu sedang melaksanakan tugas membantu masyarakat, yakni mengantar siswa SDN 05 Kalideres untuk kegiatan LDKS Pramuka ke wilayah Cisarua, atas permintaan resmi dari pihak sekolah," kata Donny dalam keterangannya, Minggu (5/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kata dia, kecelakaan terjadi pada saat sepeda motor berupaya menyalip kendaraan truk dari sisi kiri. Pengendara diduga kehilangan kendali sehingga terjatuh.
"Kami perlu menegaskan bahwa dari indikasi awal tidak terdapat unsur kesengajaan dalam peristiwa ini, melainkan murni kecelakaan lalu lintas," imbuhnya.
Kendati begitu, Donny mengungkapkan penyelidikan masih terus dilakukan hingga kini untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Pengemudi truk disebut telah melapor dan kini diperiksa oleh Polisi Militer.
"Pasca kejadian, pengemudi kendaraan dinas telah melaporkan diri ke satuan dan saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Denpom I Tangerang," katanya.
"TNI AD juga telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian guna memastikan penanganan peristiwa ini berjalan secara objektif, transparan dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," sambung dia.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian terhadap masyarakat, terang Donny, satuan Menzikon/CRK Pusziad telah mengambil langkah cepat dengan mendatangi para korban.
Terhadap korban luka disebutnya telah diberikan bantuan biaya pengobatan serta dilakukan penyelesaian secara kekeluargaan.
Sementara kepada keluarga korban meninggal dunia, perwakilan satuan juga telah melaksanakan takziah, menyampaikan permohonan maaf secara langsung, serta memberikan santunan sebagai bentuk empati dan tanggung jawab.
"Langkah-langkah ini merupakan wujud kehadiran TNI AD yang tidak hanya menjalankan tugas negara, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat," kata Donny.
"Sebagai penutup, kami tegaskan bahwa TNI AD akan tetap menjunjung tinggi prinsip profesionalitas dan supremasi hukum. Apabila dalam hasil penyelidikan nantinya terbukti adanya kelalaian dari pengemudi kendaraan dinas, maka yang bersangkutan akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku secara tegas, transparan dan tanpa pandang bulu," pungkasnya.
(ryn/isn)
Add
as a preferred source on Google

6 hours ago
2
















































