Trump Sesumbar Bisa Rampas Minyak Iran: Sayangnya, Warga AS Tak Sabar

6 hours ago 1

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku memiliki kemampuan untuk merampas minyak Iran, tetapi ia menilai publik di Negeri Paman Sam justru menginginkan perang segera diakhiri.

Sesumbar tersebut disampaikan Trump dalam acara di Gedung Putih, di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Ia menyebut opsi untuk mencaplok minyak Iran sebenarnya terbuka, tetapi tidak sejalan dengan preferensi masyarakat AS.

"Kita bisa saja mengambil minyak mereka. Tapi saya tidak yakin masyarakat di negara kita punya kesabaran untuk itu, yang sebenarnya disayangkan. Mereka ingin melihat ini segera berakhir," kata Trump, melansir CNN, Kamis (2/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia juga mengisyaratkan adanya tekanan dari publik agar pemerintah tidak memperpanjang keterlibatan dalam konflik. Menurutnya, sebagian masyarakat lebih memilih penyelesaian cepat dibanding strategi yang lebih agresif.

"Kalau kita tetap di sana, saya sebenarnya lebih memilih mengambil minyak itu. Kita bisa melakukannya dengan sangat mudah. Tapi masyarakat di dalam negeri mengatakan, 'Menang saja. Anda sudah menang besar, selesaikan dan pulang.' Dan saya juga tidak masalah dengan itu karena kita punya banyak minyak," ujarnya.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap biaya dan dampak konflik.

Sejumlah survei menunjukkan sebagian besar warga Amerika lebih mengkhawatirkan kondisi ekonomi domestik dibanding situasi perang di luar negeri, serta meragukan kejelasan strategi pemerintah dalam menangani konflik Iran.

Di sisi lain, Trump juga menegaskan pandangannya mengenai peran pemerintah federal yang menurutnya seharusnya difokuskan pada aspek pertahanan.

"Tidak mungkin bagi kita untuk menangani semua hal seperti penitipan anak, Medicaid, Medicare, dan hal-hal individual lainnya. Itu bisa dilakukan di tingkat negara bagian. Kita harus fokus pada satu hal, perlindungan militer. Kita harus menjaga negara," kata Trump.

Pernyataan ini disampaikan di tengah eskalasi konflik yang telah memicu serangan terhadap sejumlah fasilitas militer dan energi di Iran serta berpotensi memengaruhi stabilitas pasokan energi global.

[Gambas:Video CNN]

(del/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi