Usai Tantang Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli, Ceramah JK Sebulan Lalu Dilapor, Said Didu Singgung Gerakan Sistematis

7 hours ago 2

Fajar.co.id – Polemik ijazah Mantan Presiden RI ke-7 Joko Widodo kembali memanas. Kali ini, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla ikut terseret dalam pusaran isu yang kian melebar hingga ke ranah hukum dan media sosial.

Situasi semakin panas setelah JK meminta agar ijazah asli Jokowi ditunjukkan ke publik guna mengakhiri polemik yang tak kunjung reda.

Namun, Jokowi memberikan respons tegas.

Langkah JK muncul setelah dirinya disebut-sebut dalam tuduhan pendanaan isu ijazah. Tak tinggal diam, JK memilih jalur hukum dengan melaporkan pihak yang dianggap mencemarkan namanya.

Namun, situasi justru berbalik. Dalam perkembangan lain, JK juga dilaporkan terkait dugaan penistaan agama yang berkaitan dengan video “mati syahid”. Hal itu berkaitan saat JK berceramah di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Maret 2026. Tajuknya adalah "Strategi Diplomasi Indonesia dalam Memitigasi Potensi Eskalasi Perang Regional Multipolar".

Artinya, polemik ini kini bukan hanya soal ijazah—tetapi sudah melebar ke persoalan hukum yang sensitif.

Kronologi Singkat yang Bikin Publik Bingung

Kasus ini berkembang cepat dan kompleks:

  • Isu ijazah Jokowi kembali diangkat
  • Nama JK ikut terseret dalam tuduhan
  • JK melaporkan pihak yang menuduh
  • JK meminta ijazah ditunjukkan
  • Jokowi menolak dan balik menegaskan prinsip hukum
  • Muncul laporan hukum lain terhadap JK

Rangkaian ini membuat publik bertanya-tanya: siapa sebenarnya yang harus membuktikan?

Di tengah panasnya situasi, tokoh publik Muhammad Said Didu ikut bersuara lewat X.

Dalam pernyataannya, Said Didu menulis bahwa situasi bermula setelah Jusuf Kalla disebut melaporkan Rismon serta meminta Presiden Joko Widodo untuk menunjukkan ijazah asli guna meredam polemik yang berkembang.

“Setelah Pak JK melaporkan Rismon dan minta Jokowi tunjukkan ijazah asli utk menghentikan kegaduhan, terjadi gerakan sistematis memojokkan Pak JK,” tulis Said Didu dalam unggahan tersebut.

Ia juga menambahkan dugaan adanya pihak tertentu di balik dinamika tersebut.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi