FAJAR.CO.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran yang memanas di Timur Tengah telah menimbulkan dampak serius terhadap target ekonomi sipil strategis di Saudi Arabia dan Qatar, memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), M. Hidayat Nur Wahid, menegaskan pentingnya aksi nyata dari organisasi internasional untuk segera menghentikan perang dan mencegah eskalasi yang lebih besar.
Serangan Terhadap Target Sipil dan Ekonomi Vital
M. Hidayat Nur Wahid mengutuk keras serangan yang menyasar objek sipil seperti sekolah perempuan di Minab dan Rumah Sakit Gandhi di Teheran, Iran. Ia menyoroti bahwa serangan balik Iran yang menargetkan produksi kilang Ras Tanura milik Aramco di Saudi dan fasilitas LNG Qatar Energy merupakan tindakan yang sangat berbahaya dan harus dikecam.
"Adu domba dan penyerangan terhadap target sipil, ekonomi, dan nonmiliter merupakan pola yang selama ini dilakukan oleh Israel terhadap bangsa Palestina di Gaza dan lainnya. Hal ini harus diwaspadai ketika pola tersebut kembali terulang dalam perang Israel terhadap Iran," jelasnya melalui siaran pers yang dikutip dari pks.id.
Ancaman Operasi False Flag dan Konspirasi Ekspansi Israel
Hidayat Nur Wahid juga mengingatkan adanya dugaan operasi false flag yang dapat menyeret negara-negara Teluk ke dalam perang terbuka melawan Iran atau melemahkan persatuan anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Ia menegaskan bahwa pola ini sejalan dengan agenda Israel untuk memudahkan ekspansi dan mewujudkan mimpi berdirinya negara Israel Raya.
"Penting agar makar atau konspirasi Israel justru menyadarkan negara-negara OKI untuk memperkuat kerja sama dan saling menguatkan sebagai sesama anggota OKI yang didirikan untuk membantu dan menyelamatkan Masjid Al Aqsha serta kemerdekaan Palestina, bukan sebaliknya saling melemahkan," pungkasnya.

















































