Warner Bros Tetap Ngotot Pilih Netflix daripada Paramount Meski Sudah 8 Kali Ditolak / Foto: Unsplash/Freestocks
Jakarta, Insertlive -
Drama akuisisi besar di industri hiburan global kembali memanas. Dewan Direksi Warner Bros.
Discovery (WBD) untuk kedelapan kalinya secara resmi menolak proposal dari Paramount Skydance (PSKY), sekaligus menegaskan sikap perusahaan yang masih lebih condong pada rencana merger dengan Netflix.
Keputusan tersebut disampaikan melalui surat kepada para pemegang saham pada Rabu, 7 Januari 2026.
Dalam surat itu, Dewan Direksi WBD menilai bahwa penawaran PSKY senilai US$30 per lembar saham tetap kalah menarik dibandingkan proposal Netflix yang berada di angka US$27,75 per saham.
Meski secara nominal terlihat lebih tinggi, WBD menilai tawaran PSKY menyimpan risiko dan ketidakpastian yang jauh lebih besar.
"Penawaran PSKY yang telah diubah tetap tidak memadai, terutama mengingat nilai yang tidak mencukupi yang akan diberikan, kurangnya kepastian dalam kemampuan PSKY untuk menyelesaikan penawaran tersebut, dan risiko serta biaya yang ditanggung oleh pemegang saham WBD jika PSKY gagal menyelesaikan penawaran tersebut," tulis Dewan Direksi WBD.
Penilaian tersebut kembali ditegaskan oleh dewan dalam pernyataan lanjutan yang dikutip dari Variety pada Kamis, 8 Januari 2026.
"Penawaran PSKY lebih rendah nilainya mengingat biaya, risiko, dan ketidakpastian yang signifikan dibandingkan dengan merger Netflix," lanjutnya.
Dewan Direksi WBD juga merinci sejumlah keuntungan strategis apabila perusahaan bergabung dengan Netflix. Salah satu poin utama adalah nilai yang akan diterima langsung oleh pemegang saham.
"Berdasarkan perjanjian merger Netflix, pemegang saham WBD akan menerima nilai yang signifikan dengan USD 23,25 dalam bentuk tunai dan saham biasa Netflix yang mewakili nilai target USD 4,50 berdasarkan kisaran harga saham Netflix pada saat penutupan, yang mungkin memiliki potensi kenaikan yang substansial," katanya
Selain itu, pemegang saham WBD juga disebut akan memperoleh nilai tambahan melalui kepemilikan di Discovery Global.
"Pemegang saham WBD akan menerima nilai melalui kepemilikan mereka di Discovery Global, yang akan memiliki skala yang cukup besar, jejak global yang beragam, dan aset olahraga dan berita terkemuka, serta fleksibilitas strategis dan keuangan untuk mengejar inisiatif pertumbuhan dan peluang penciptaan nilai sendiri," ungkapnya.
Sebaliknya, WBD menilai proposal Paramount Skydance menyimpan potensi masalah serius.
PSKY dianggap memiliki ruang untuk menurunkan harga, mengubah persyaratan, bahkan menarik diri sepenuhnya sebelum transaksi benar-benar rampung. Risiko tersebut dinilai dapat merugikan pemegang saham.
Masalah utama lainnya terletak pada kekuatan finansial PSKY. Dengan kapitalisasi pasar sekitar US$14 miliar, PSKY dinilai terlalu kecil untuk menanggung akuisisi berskala raksasa yang membutuhkan pembiayaan utang dan ekuitas hingga US$94,65 miliar.
"Jumlah pembiayaan utang yang luar biasa serta persyaratan lain dari penawaran PSKY meningkatkan risiko kegagalan penyelesaian, terutama jika dibandingkan dengan kepastian merger Netflix," kata Dewan Direksi WBD.
Sebaliknya, Netflix dipandang memiliki fondasi keuangan yang jauh lebih solid.
"Netflix adalah perusahaan dengan kapitalisasi pasar sekitar USD 400 miliar, neraca keuangan dengan peringkat investasi yang baik, peringkat kredit A/A3, dan perkiraan arus kas bebas lebih dari USD 12 miliar untuk 2026," lanjutnya.
Tak hanya soal kekuatan finansial, rencana merger dengan Netflix juga dinilai memberikan fleksibilitas operasional yang lebih aman bagi WBD hingga proses akuisisi benar-benar rampung.
Faktor ini menjadi salah satu alasan utama Netflix terus unggul dalam pertimbangan dewan.
Upaya akuisisi dari Paramount Skydance sendiri dipimpin oleh David Ellison, dengan dukungan sang ayah, Larry Ellison.
Pada 22 Desember 2025, PSKY bahkan menambahkan jaminan pribadi hingga US$40,4 miliar agar penawarannya tidak dapat dibatalkan.
Paramount juga menaikkan biaya pembatalan kesepakatan menjadi US$5,8 miliar, setara dengan ketentuan dalam kesepakatan Netflix, jika transaksi gagal akibat regulasi.
Namun, seluruh tambahan tersebut tetap belum cukup untuk menggeser pilihan Warner Bros. Discovery.
Drama ini bermula setelah WBD menyepakati perjanjian dengan Netflix senilai US$83 miliar untuk mengakuisisi studio Warner Bros. dan bisnis HBO Max.
Rencana tersebut baru akan dijalankan setelah WBD memisahkan Discovery Global pada kuartal ketiga 2026, yang mencakup jaringan televisi mereka.
Dengan delapan kali penolakan yang sudah terjadi, posisi Warner Bros. Discovery kini semakin jelas: Netflix masih menjadi pilihan utama dalam pertarungan akuisisi terbesar di dunia hiburan saat ini.
(ikh/ikh)
Tonton juga video berikut:

16 hours ago
1














































