Xiaomi 17 Air Prototipe Ultra-Tipis Dibatalkan, Menyiratkan Tantangan Tren Smartphone Ramping

7 hours ago 3

Selular.id – Proyek smartphone ultra-tipis Xiaomi 17 Air yang sempat muncul dalam bocoran gambar kini dipastikan dibatalkam dan tidak akan memasuki produksi massal.

Bocoran tersebut pertama kali diungkap oleh leakster terkenal dari media sosial, yang memperlihatkan model awal engineering mould (cetakan desain internal) Xiaomi 17 Air dengan bodi setipis sekitar 5,5 mm dan layar berukuran 6,59 inci.

Ketebalan ini bahkan lebih ramping dibandingkan model ultra-tipis pesaing seperti iPhone Air, yang selama ini menjadi salah satu tolok ukur di segmen desain minimalis.

Desain prototipe terlihat menghadirkan dua kamera belakang dalam modul horizontal, sebuah pendekatan yang jarang terlihat di perangkat setipis itu.

Kombinasi dual-camera ini menunjukkan bahwa Xiaomi sempat mempertimbangkan untuk menjaga kemampuan fotografi meskipun ruang internal sangat terbatas.

Informasi yang beredar juga memperlihatkan bahwa hardware prototipe kemungkinan mencakup dukungan wireless charging dan baterai berbasis teknologi silicon-carbon, yang lazim dijajaki oleh sejumlah pabrikan untuk meningkatkan efisiensi energi tanpa menambah ketebalan perangkat secara signifikan.

Namun demikian, laporan menyebutkan bahwa proyek Xiaomi 17 Air tidak dilanjutkan ke tahap komersial karena sejumlah alasan strategis dan teknis.

Salah satunya adalah respon pasar yang kurang menggembirakan terhadap tren smartphone super tipis dari merk besar seperti Apple dan Samsung.

Data penjualan dari model ultra-tipis sebelumnya, seperti iPhone Air, dilaporkan menurun cepat setelah periode awal yang menggembirakan, sehingga mengurangi minat kompetitor untuk terjun lebih jauh di segmen ini.

Selain faktor tren pasar, tantangan teknis juga disebut sebagai hambatan utama. Membuat perangkat setipis 5,5 mm berarti harus memangkas ruang internal secara drastis, yang berdampak pada kapasitas baterai, sistem pendinginan, dan integritas struktural bodi.

Kombinasi ini berpotensi menimbulkan kompromi pada daya tahan serta kinerja, sesuatu yang harus diperhitungkan oleh Xiaomi sebelum memutuskan kelayakan produksi.

Proyek seperti Xiaomi 17 Air juga menunjukkan bagaimana strategi desain pabrikan berubah seiring preferensi konsumen.

Tren flagship ultra-tipis sempat mendapat sorotan karena daya tarik estetika dan kenyamanan genggaman, tetapi kenyataan di lapangan menunjukkan konsumenn lebih memilih perangkat dengan ketahanan baterai yang kuat, kamera serbaguna, serta performa konsisten, dibanding keunggulan dimensi semata.

Dalam sejarah smartphone modern, eksperimen seperti 17 Air bukan hal baru. Banyak pabrikan tiruan Apple maupun pesaing dari Tiongkok telah mengeksplorasi batas desain tanpa kompromi, namun tidak semua konsep berhasil menjadi produk.

Xiaomi sendiri tetap aktif mengevaluasi berbagai inovasi desain, termasuk dalam lini seri 15 dan model lipat seperti MIX Fold, dengan memanfaatkan pelajaran dari prototipe yang dibatalkan ini.

Pembatalan 17 Air memberi gambaran bahwa inovasi desain harus seimbang dengan fungsionalitas dan permintaan pasar.

Meski tidak sampai ke konsumen, bocoran prototipe ini tetap menarik sebagai catatan evolusi desain flagship dan keputusan strategis di balik layar pabrikan besar.

Ke depan, kemungkinan Xiaomi akan terus mengeksplorasi konsep-konsep baru yang lebih feasible secara komersial. Sementara tren smartphone ultra-tipis mungkin belum menemukan momen tepatnya kini, pengalaman dari proyek seperti 17 Air bisa menjadi acuan untuk inovasi masa depan—apalagi ketika teknologi baterai, material, dan desain kompak semakin matang.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi