7 Negara 'Pemburu' Minyak Rusia saat Krisis Energi Global

13 hours ago 2
Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah negara mulai berlomba mengamankan pasokan energi dengan mendekati Rusia sebagai pemasok minyak utama. Langkah ini terjadi di tengah tekanan krisis energi global yang dipicu konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok.

Melansir berbagai sumber, berikut rekap negara-negara yang tercatat aktif menjajaki atau membeli minyak dari Rusia:

1. Malaysia

Malaysia menjadi pemain terbaru dalam daftar ini. Perdana Menteri Anwar Ibrahim menyatakan perusahaan energi nasional Petronas tengah bersiap bernegosiasi dengan Rusia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah ini ditujukan untuk menjamin ketahanan energi domestik, terutama di tengah risiko gangguan distribusi global.

2. Indonesia

Indonesia lebih dulu bergerak melalui kesepakatan langsung antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kerja sama ini mencakup impor minyak mentah, gas, hingga pengembangan sektor hilirisasi energi. Pemerintah menargetkan realisasi impor dalam waktu dekat.

[Gambas:Youtube]

3. Filipina

Filipina mengambil pendekatan diplomatik dengan meminta izin kepada Amerika Serikat untuk tetap membeli minyak Rusia.

Langkah ini diambil setelah negara tersebut menetapkan status darurat energi nasional, sekaligus membuka opsi pasokan dari kawasan lain.

4. Vietnam

Vietnam memperkuat hubungan energi melalui kunjungan resmi Perdana Menteri Pham Minh Chinh ke Rusia.

Kesepakatan yang diteken mencakup kerja sama minyak dan gas sebagai bagian dari strategi jangka panjang menjaga stabilitas energi.

5. India

India menjadi salah satu pembeli utama minyak Rusia. Negara ini memanfaatkan harga diskon untuk menekan biaya impor energi, meski harus menghadapi tekanan tarif dari AS.

6. China

China tercatat sebagai importir terbesar minyak Rusia. Hubungan energi kedua negara semakin erat seiring meningkatnya kebutuhan industri dan stabilitas pasokan.

7. Korea Selatan

Korea Selatan turut masuk daftar pembeli, meski tetap berhati-hati dalam menyeimbangkan kebijakan energi dan tekanan politik global.

(lau/ins)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi