Selular.ID – AMD dan Nutanix pada 25 Februari 2026 mengumumkan kemitraan strategis multi-tahun untuk mengembangkan platform infrastruktur AI full-stack terbuka yang dirancang bagi kebutuhan enterprise dan penyedia layanan.
Kolaborasi ini mencakup integrasi perangkat keras komputasi AMD dengan platform cloud dan Kubernetes Nutanix untuk mendukung aplikasi agentic AI di data center, lingkungan hybrid, hingga edge.
Dalam perjanjian tersebut, AMD menyatakan akan melakukan investasi strategis sebesar 150 juta dolar AS dalam bentuk pembelian saham biasa Nutanix dengan harga 36,26 dolar AS per saham.
Selain itu, AMD juga akan mendanai hingga 100 juta dolar AS untuk mendukung pengembangan rekayasa bersama dan strategi pemasaran terintegrasi.
Investasi ekuitas ini ditargetkan rampung pada kuartal kedua 2026, dengan tetap menunggu persetujuan regulator dan pemenuhan persyaratan penutupan transaksi.
Senior Vice President and General Manager of Compute and Enterprise AI AMD, Dan McNamara, menyatakan bahwa pelanggan enterprise membutuhkan fleksibilitas dalam menjalankan model dan beban kerja AI tanpa terikat pada tumpukan teknologi tertutup.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi dengan Nutanix difokuskan pada pembangunan platform AI yang skalabel dan berbasis keterbukaan, sehingga perusahaan dan penyedia layanan dapat memperluas penerapan AI sesuai kebutuhan bisnis.
Presiden dan Chief Commercial Officer Nutanix, Tarkan Maner, menambahkan bahwa kemitraan ini mencerminkan visi bersama untuk menghadirkan infrastruktur AI yang siap produksi dan terukur.
Menurutnya, platform terintegrasi yang dikembangkan bersama akan dioptimalkan untuk kebutuhan inferensi—yakni proses menjalankan model AI pada data baru—serta aplikasi agentic AI di lingkungan hybrid.
Secara teknis, kedua perusahaan akan mengintegrasikan CPU AMD EPYC dan GPU AMD Instinct ke dalam Nutanix Cloud Platform dan Nutanix Kubernetes Platform.
Selain itu, ekosistem perangkat lunak terbuka AMD ROCm dan platform AMD Enterprise AI akan diintegrasikan untuk membentuk solusi AI full-stack yang mencakup silikon, runtime software, hingga orkestrasi cloud.
Pendekatan full-stack ini menggabungkan inovasi di level silikon dengan lapisan perangkat lunak dan manajemen infrastruktur.
AMD menyediakan akselerasi komputasi berkinerja tinggi melalui GPU Instinct untuk beban kerja inferensi dan pelatihan, serta prosesor EPYC dengan kepadatan core tinggi untuk orkestrasi dan komputasi skala besar.
Di sisi lain, Nutanix menghadirkan manajemen siklus hidup terpadu melalui platform Enterprise AI yang memungkinkan penerapan model open source maupun komersial tanpa ketergantungan pada arsitektur tertutup.
Kemitraan ini juga mendapat dukungan dari berbagai penyedia server OEM, sehingga solusi yang dikembangkan dapat tersedia dalam bentuk sistem terintegrasi di pasar enterprise.
Dengan memanfaatkan standar terbuka dan interoperabilitas perangkat lunak, kedua perusahaan berupaya memperluas pilihan arsitektur bagi pelanggan yang mengadopsi AI dalam skala produksi.
AMD dan Nutanix menyatakan bahwa platform agentic AI pertama hasil kolaborasi ini ditargetkan hadir di pasar mulai akhir 2026.
Fokusnya adalah menyediakan infrastruktur untuk agen AI enterprise, layanan inferensi multi-modal, serta aplikasi cerdas berbasis industri yang membutuhkan kinerja tinggi dan efisiensi operasional.
Langkah ini mencerminkan pergeseran infrastruktur AI enterprise menuju fase di mana inferensi menjadi beban kerja dominan. Dalam konteks tersebut, kebutuhan akan performa, efisiensi energi, serta kemudahan pengelolaan di lingkungan hybrid menjadi faktor kunci.
Melalui kemitraan strategis ini, AMD dan Nutanix memposisikan diri untuk menghadirkan platform AI terbuka yang dapat diadopsi secara luas oleh perusahaan dan penyedia layanan global.
Baca Juga: Kenapa Big Data Jadi Tren Saat Ini? Simak Penjelasan Nutanix



















































